ulā`ika yusāri'ụna fil-khairāti wa hum lahā sābiqụn
mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.
Surah ke-23 · 118 ayat · Makkiyah
سورة المؤمنون
The Believers
ulā`ika yusāri'ụna fil-khairāti wa hum lahā sābiqụn
mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.
wa lā nukallifu nafsan illā wus'ahā waladainā kitābuy yanṭiqu bil-ḥaqqi wa hum lā yuẓlamụn
Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi dirugikan.
bal qulụbuhum fī gamratim min hāżā wa lahum a'mālum min dụni żālika hum lahā 'āmilụn
Tetapi, hati mereka orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari memahami Al-Qur'an ini, dan mereka mempunyai kebiasaan banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan lain buruk yang terus mereka kerjakan.
ۗ
ḥattā iżā akhażnā mutrafīhim bil-'ażābi iżā hum yaj`arụn
Sehingga apabila Kami timpakan siksaan kepada orang-orang yang hidup bermewah-mewah di antara mereka, seketika itu mereka berteriak-teriak meminta tolong.
lā taj`arul-yauma innakum minnā lā tunṣarụn
Janganlah kamu berteriak-teriak meminta tolong pada hari ini! Sungguh, kamu tidak akan mendapat pertolongan dari Kami.
ۙ
qad kānat āyātī tutlā 'alaikum fakuntum 'alā a'qābikum tangkiṣụn
Sesungguhnya ayat-ayat-Ku Al-Qur'an selalu dibacakan kepada kamu, tetapi kamu selalu berpaling ke belakang,
mustakbirīna bihī sāmiran tahjurụn
Dengan menyombongkan diri dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya Al-Qur'an pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.
ۖ
a fa lam yaddabbarul-qaula am jā`ahum mā lam ya`ti ābā`ahumul-awwalīn
Maka tidakkah mereka menghayati firman Allah, atau adakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka terdahulu?
ۖ
am lam ya'rifụ rasụlahum fa hum lahụ mungkirụn
Ataukah mereka tidak mengenal Rasul mereka Muhammad, karena itu mereka mengingkarinya?
ۗ
am yaqụlụna bihī jinnah, bal jā`ahum bil-ḥaqqi wa akṡaruhum lil-ḥaqqi kārihụn
Atau mereka berkata, “Orang itu Muhammad gila.” Padahal, dia telah datang membawa kebenaran kepada mereka, tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran.
ۗ
wa lawittaba'al-ḥaqqu ahwā`ahum lafasadatis-samāwātu wal-arḍu wa man fīhinn, bal ataināhum biżikrihim fa hum 'an żikrihim mu'riḍụn
Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.
am tas`aluhum kharjan fa kharāju rabbika khairuw wa huwa khairur-rāziqīn
Atau engkau Muhammad meminta imbalan kepada mereka? Sedangkan imbalan dari Tuhanmu lebih baik, karena Dia pemberi rezeki yang terbaik.
wa innaka latad'ụhum ilā ṣirāṭim mustaqīm
Dan sesungguhnya engkau pasti telah menyeru mereka kepada jalan yang lurus.
wa innallażīna lā yu`minụna bil-ākhirati 'aniṣ-ṣirāṭi lanākibụn
Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat benar-benar telah menyimpang jauh dari jalan yang lurus.
۞
walau raḥimnāhum wa kasyafnā mā bihim min ḍurril lalajjụ fī ṭugyānihim ya'mahụn
Dan seandainya mereka Kami kasihani, dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka, pasti mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
wa laqad akhażnāhum bil-'ażābi fa mastakānụ lirabbihim wa mā yataḍarra'ụn
Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mau tunduk kepada Tuhannya, dan juga tidak merendahkan diri.
ḥattā iżā fataḥnā 'alaihim bāban żā 'ażābin syadīdin iżā hum fīhi mublisụn
Sehingga apabila Kami bukakan untuk mereka pintu azab yang sangat keras, seketika itu mereka menjadi putus asa.
wa huwallażī ansya`a lakumus-sam'a wal-abṣāra wal-af`idah, qalīlam mā tasykurụn
Dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur.
wa huwallażī żara`akum fil-arḍi wa ilaihi tuḥsyarụn
Dan Dialah yang menciptakan dan mengembangbiakkan kamu di bumi dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
wa huwallażī yuḥyī wa yumītu wa lahukhtilāful-laili wan-nahār, a fa lā ta'qilụn
Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang mengatur pergantian malam dan siang. Tidakkah kamu mengerti?