bal qālụ miṡla mā qālal-awwalụn
Bahkan mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan apa yang diucapkan oleh orang-orang terdahulu.
Surah ke-23 · 118 ayat · Makkiyah
سورة المؤمنون
The Believers
bal qālụ miṡla mā qālal-awwalụn
Bahkan mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan apa yang diucapkan oleh orang-orang terdahulu.
qālū a iżā mitnā wa kunnā turābaw wa 'iẓāman a innā lamab'ụṡụn
Mereka berkata, “Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?
laqad wu'idnā naḥnu wa ābā`unā hāżā ming qablu in hāżā illā asāṭīrul-awwalīn
Sungguh, yang demikian ini sudah dijanjikan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu, ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu!”
qul limanil-arḍu wa man fīhā ing kuntum ta'lamụn
Katakanlah Muhammad, “Milik siapakah bumi, dan semua yang ada di dalamnya, jika kamu mengetahui?”
sayaqụlụna lillāh, qul a fa lā tażakkarụn
Mereka akan menjawab, “Milik Allah.” Katakanlah, “Maka apakah kamu tidak ingat?”
qul mar rabbus-samāwātis-sab'i wa rabbul-'arsyil-'aẓīm
Katakanlah, “Siapakah Tuhan yang memiliki langit yang tujuh dan yang memiliki ‘Arsy yang agung?”
sayaqụlụna lillāh, qul a fa lā tattaqụn
Mereka akan menjawab, “Milik Allah.” Katakanlah, “Maka mengapa kamu tidak bertakwa?”
qul mam biyadihī malakụtu kulli syai`iw wa huwa yujīru wa lā yujāru 'alaihi ing kuntum ta'lamụn
Katakanlah, “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu. Dia melindungi, dan tidak ada yang dapat dilindungi dari azab-Nya, jika kamu mengetahui?”
sayaqụlụna lillāh, qul fa annā tus-ḥarụn
Mereka akan menjawab, “Milik Allah.” Katakanlah, “Kalau demikian, maka bagaimana kamu sampai tertipu?”
bal ataināhum bil-ḥaqqi wa innahum lakāżibụn
Padahal Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, tetapi mere-ka benar-benar pendusta.
ۙ
mattakhażallāhu miw waladiw wa mā kāna ma'ahụ min ilāhin iżal lażahaba kullu ilāhim bimā khalaqa wa la'alā ba'ḍuhum 'alā ba'ḍ, sub-ḥānallāhi 'ammā yaṣifụn
Allah tidak mempunyai anak, dan tidak ada tuhan yang lain bersama-Nya, sekiranya tuhan banyak, maka masing-masing tuhan itu akan membawa apa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,
'ālimil-gaibi wasy-syahādati fa ta'ālā 'ammā yusyrikụn
Dialah Tuhan yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang tampak. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
ۙ
qur rabbi immā turiyannī mā yụ'adụn
Katakanlah Muhammad, “Ya Tuhanku, seandainya Engkau hendak memperlihatkan kepadaku apa azab yang diancamkan kepada mereka,
rabbi fa lā taj'alnī fil-qaumiẓ-ẓālimīn
Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku dalam golongan orang-orang zalim.”
wa innā 'alā an nuriyaka mā na'iduhum laqādirụn
Dan sungguh, Kami kuasa untuk memperlihatkan kepadamu Muhammad apa yang Kami ancamkan kepada mereka.
idfa' billatī hiya aḥsanus-sayyi`ah, naḥnu a'lamu bimā yaṣifụn
Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan cara yang lebih baik, Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan kepada Allah.
ۙ
wa qur rabbi a'ụżu bika min hamazātisy-syayāṭīn
Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan,
wa a'ụżu bika rabbi ay yaḥḍurụn
Dan aku berlindung pula kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.”
ۙ
ḥattā iżā jā`a aḥadahumul-mautu qāla rabbirji'ụn
Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu, hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia,
la'allī a'malu ṣāliḥan fīmā taraktu kallā, innahā kalimatun huwa qā`iluhā, wa miw warā`ihim barzakhun ilā yaumi yub'aṡụn
agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.