ۖ
każżabat ṡamụdul-mursalīn
Kaum Samud telah mendustakan para rasul.
Surah ke-26 · 227 ayat · Makkiyah
سورة الشعراء
The Poets
ۖ
każżabat ṡamụdul-mursalīn
Kaum Samud telah mendustakan para rasul.
ۚ
iż qāla lahum akhụhum ṣāliḥun alā tattaqụn
Ketika saudara mereka Saleh berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
ۙ
innī lakum rasụlun amīn
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan yang diutus kepadamu,
ۚ
fattaqullāha wa aṭī'ụn
karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
ۗ
wa mā as`alukum 'alaihi min ajr, in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn
Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan itu, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
ۙ
a tutrakụna fī mā hāhunā āminīn
Apakah kamu mengira akan dibiarkan tinggal di sini di negeri kamu ini dengan aman,
ۙ
fī jannātiw wa 'uyụn
di dalam kebun-kebun dan mata air,
ۚ
wa zurụ'iw wa nakhlin ṭal'uhā haḍīm
dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.
wa tan-ḥitụna minal-jibāli buyụtan fārihīn
Dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah;
ۚ
fattaqullāha wa aṭī'ụn
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
ۙ
wa lā tuṭī'ū amral-musrifīn
dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas,
allażīna yufsidụna fil-arḍi wa lā yuṣliḥụn
yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan.”
ۙ
qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn
Mereka berkata, “Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir;
mā anta illā basyarum miṡlunā fa`ti bi`āyatin ing kunta minaṣ-ṣādiqīn
engkau hanyalah manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat jika engkau termasuk orang yang benar.”
ۚ
qāla hāżihī nāqatul lahā syirbuw wa lakum syirbu yaumim ma'lụm
Dia Saleh menjawab, “Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan giliran minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan.
wa lā tamassụhā bisū`in fa ya`khużakum 'ażābu yaumin 'aẓīm
Dan jangan kamu menyentuhnya unta itu dengan sesuatu kejahatan, nanti kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.”
ۙ
fa 'aqarụhā fa aṣbaḥụ nādimīn
Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka merasa menyesal,
fa akhażahumul-'ażāb, inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn
Maka mereka ditimpa azab. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda kekuasaan Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
ۖ
każżabat qaumu lụṭinil-mursalīn
Kaum Lut telah mendustakan para rasul,