۞ ۚ
auful-kaila wa lā takụnụ minal-mukhsirīn
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain.
Surah ke-26 · 227 ayat · Makkiyah
سورة الشعراء
The Poets
۞ ۚ
auful-kaila wa lā takụnụ minal-mukhsirīn
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain.
ۚ
wa zinụ bil-qisṭāsil-mustaqīm
Dan timbanglah dengan timbangan yang benar.
ۚ
wa lā tabkhasun-nāsa asy-yā`ahum wa lā ta'ṡau fil-arḍi mufsidīn
Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi;
ۗ
wattaqullażī khalaqakum wal-jibillatal-awwalīn
dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang terdahulu.”
ۙ
qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn
Mereka berkata, “Engkau tidak lain hanyalah orang-orang yang kena sihir.
ۚ
wa mā anta illā basyarum miṡlunā wa in naẓunnuka laminal-kāżibīn
Dan engkau hanyalah manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin engkau termasuk orang-orang yang berdusta.
ۗ
fa asqiṭ 'alainā kisafam minas-samā`i ing kunta minaṣ-ṣādiqīn
Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”
qāla rabbī a'lamu bimā ta'malụn
Dia Syuaib berkata, “Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
fa każżabụhu fa akhażahum 'ażābu yaumiẓ-ẓullah, innahụ kāna 'ażāba yaumin 'aẓīm
Kemudian mereka mendustakannya Syuaib, lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat.
inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
ۗ
wa innahụ latanzīlu rabbil-'ālamīn
Dan sungguh, Al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam,
ۙ
nazala bihir-rụḥul-amīn
Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin Jibril,
ۙ
'alā qalbika litakụna minal-munżirīn
Ke dalam hatimu Muhammad agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan,
ۗ
bilisānin 'arabiyyim mubīn
dengan bahasa Arab yang jelas.
wa innahụ lafī zuburil-awwalīn
Dan sungguh, Al-Qur'an itu disebut dalam kitab-kitab orang yang terdahulu.
a wa lam yakul lahum āyatan ay ya'lamahụ 'ulamā`u banī isrā`īl
Apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?
ۙ
walau nazzalnāhu 'alā ba'ḍil-a'jamīn
Dan seandainya Al-Qur'an itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab,
ۗ
faqara`ahụ 'alaihim mā kānụ bihī mu`minīn
Lalu dia membacakannya kepada mereka orang-orang kafir; niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.
ۗ
każālika salaknāhu fī qulụbil-mujrimīn
Demikianlah, Kami masukkan sifat dusta dan ingkar ke dalam hati orang-orang yang berdosa,