Surah ke-19 · 98 ayat · Makkiyah

Maryam

سورة مريم

Mary

ەۗ

ważkur fil-kitābi ibrāhīm, innahu kāna ṣiddīqan nabiyyā

Dan ceritakanlah Muhammad kisah Ibrahim di dalam Kitab Al-Qur'an, sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi.

iż qāla li`abīhi ya abati lima ta'budu mā lā yasma'u wa lā yubṣiru wa lā yugnī 'angka syai`ā

Ingatlah ketika dia Ibrahim berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?

ya abati innī qad ja`anī minal-'ilmi mā lam ya`tika fattabi'nī ahdika ṣirāṭan sawiyyā

Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.

ya abati lā ta'budisy-syaiṭān, innasy-syaiṭāna kāna lir-raḥmāni 'aṣiyyā

Wahai ayahku! Janganlah engkau menyembah setan. Sungguh, setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

ya abati innī akhāfu ay yamassaka 'ażābum minar-raḥmāni fa takuna lisy-syaiṭāni waliyyā

Wahai ayahku! Aku sungguh khawatir engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga engkau menjadi teman bagi setan.”

ۚ

qāla a rāgibun anta 'an ālihatī ya ibrāhīm, la`il lam tantahi la`arjumannaka wahjurnī maliyyā

Dia ayahnya berkata, “Bencikah engkau kepada tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim? Jika engkau tidak berhenti, pasti engkau akan kurajam, maka tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.”

qāla salāmun 'alaīk, sa`astagfiru laka rabbī, innahu kāna bī ḥafiyyā

Dia Ibrahim berkata, “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.

wa a'tazilukum wa mā tad'una min dunillāhi wa ad'u rabbī 'asa alla akuna bidu'a`i rabbī syaqiyyā

Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang engkau sembah selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku.”

fa lamma'tazalahum wa mā ya'buduna min dunillāhi wahabnā lahū is-ḥāqa wa ya'qub, wa kullan ja'alnā nabiyyā

Maka ketika dia Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak dan Yakub. Dan masing-masing Kami angkat menjadi nabi.

wa wahabnā lahum mir raḥmatinā wa ja'alnā lahum lisāna ṣidqin 'aliyyā

Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik dan mulia.

ważkur fil-kitābi musa innahu kāna mukhlaṣaw wa kāna rasulan nabiyyā

Dan ceritakanlah Muhammad, kisah Musa di dalam Kitab Al-Qur'an. Dia benar-benar orang yang terpilih, seorang rasul dan nabi.

wa nādaināhu min jānibiṭ-ṭuril-aimani wa qarrabnāhu najiyyā

Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Sinai dan Kami dekatkan dia untuk bercakap-cakap.

wa wahabnā lahu mir raḥmatina akhāhu hāruna nabiyyā

Dan Kami telah menganugerahkan sebagian rahmat Kami kepadanya, yaitu bahwa saudaranya, Harun, menjadi seorang nabi.

ۚ

ważkur fil-kitābi ismā'īla innahu kāna ṣādiqal-wa'di wa kāna rasulan nabiyyā

Dan ceritakanlah Muhammad, kisah Ismail di dalam Kitab Al-Qur'an. Dia benar-benar seorang yang benar janjinya, seorang rasul dan nabi.

wa kāna ya`muru ahlahu biṣ-ṣalāti waz-zakāti wa kāna 'inda rabbihī marḍiyyā

Dan dia menyuruh keluarganya untuk melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan dia seorang yang diridai di sisi Tuhannya.

ۙ

ważkur fil-kitābi idrīsa innahu kāna ṣiddīqan nabiyyā

Dan ceritakanlah Muhammad kisah Idris di dalam Kitab Al-Qur'an. Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi,

۩

ula`ikallażīna an'amallāhu 'alaihim minan-nabiyyīna min żurriyyati ādama wa mim man ḥamalnā ma'a nuḥiw wa min żurriyyati ibrāhīma wa isra`īla wa mim man hadainā wajtabainā, iżā tutlā 'alaihim āyātur-raḥmāni kharru sujjadaw wa bukiyyā

Mereka itulah orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu dari golongan para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang yang Kami bawa dalam kapal bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil Yakub dan dari orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sujud dan menangis.

۞ ۙ

fa khalafa mim ba'dihim khalfun aḍā'uṣ-ṣalāta wattaba'usy-syahawāti fa saufa yalqauna gayyā

Kemudian datanglah setelah mereka pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat,

ۙ

illā man tāba wa āmana wa 'amila ṣāliḥan fa ula`ika yadkhulunal-jannata wa lā yuẓlamuna syai`ā

Kecuali orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dizalimi dirugikan sedikit pun,

← Surah sebelumnya Surah 18
Surah selanjutnya → Surah 20