Surah ke-19 · 98 ayat · Makkiyah

Maryam

سورة مريم

Mary

qāla każālik, qāla rabbuki huwa 'alayya hayyin, wa linaj'alahū āyatal lin-nāsi wa raḥmatam minnā, wa kāna amram maqḍiyyā

Dia Jibril berkata, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda kebesaran Allah bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang sudah diputuskan.”

۞

fa ḥamalat-hu fantabażat bihī makānang qaṣiyyā

Maka dia Maryam mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

fa aja`ahal-makhāḍu ilā jiż'in-nakhlah, qālat yā laitanī mittu qabla hāżā wa kuntu nas-yam mansiyyā

Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya bersandar pada pangkal pohon kurma, dia Maryam berkata, “Wahai, betapa baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.”

fa nādāhā min taḥtiha allā taḥzanī qad ja'ala rabbuki taḥtaki sariyyā

Maka dia Jibril berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

ۖ

wa huzzī ilaiki bijiż'in-nakhlati tusāqiṭ 'alaiki ruṭaban janiyyā

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.

ۚ

fa kulī wasyrabī wa qarrī 'ainā, fa immā tarayinna minal-basyari aḥadan fa qulī innī nażartu lir-raḥmāni ṣauman fa lan ukallimal-yauma insiyyā

Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.”

fa atat bihī qaumahā taḥmiluh, qālu yā maryamu laqad ji`ti syai`an fariyyā

Kemudian dia Maryam membawa dia bayi itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka kaumnya berkata, “Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.

ۖ

ya ukhta hāruna mā kāna abukimra`a sau`iw wa mā kānat ummuki bagiyyā

Wahai saudara perempuan Harun Maryam! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.”

fa asyārat ilaīh, qālu kaifa nukallimu mang kāna fil-mahdi ṣabiyyā

Maka dia Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”

ۙ

qāla innī 'abdullāh, ātāniyal-kitāba wa ja'alanī nabiyyā

Dia Isa berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab Injil dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.

ۖ

wa ja'alanī mubārakan aina mā kuntu wa auṣānī biṣ-ṣalāti waz-zakāti mā dumtu ḥayyā

Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku melaksanakan salat dan menunaikan zakat selama aku hidup;

wa barram biwālidatī wa lam yaj'alnī jabbāran syaqiyyā

dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

was-salāmu 'alayya yauma wulittu wa yauma amutu wa yauma ub'aṡu ḥayyā

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

żālika 'īsabnu maryam, qaulal-ḥaqqillażī fīhi yamtarun

Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya.

ۗ

mā kāna lillāhi ay yattakhiża miw waladin sub-ḥānah, iżā qaḍa amran fa innamā yaqulu lahu kun fa yakun

Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.

wa innallāha rabbī wa rabbukum fa'buduh, hāżā ṣirāṭum mustaqīm

Isa berkata, “Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.”

fakhtalafal-aḥzābu mim bainihim, fa wailul lillażīna kafaru mim masy-hadi yaumin 'aẓīm

Maka berselisihlah golongan-golongan yang ada di antara mereka Yahudi dan Nasrani. Maka celakalah orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang agung!

asmi' bihim wa abṣir yauma ya`tunanā lākiniẓ-ẓālimunal-yauma fī ḍalālim mubīn

Alangkah tajam pendengaran mereka dan alangkah terang penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini di dunia berada dalam kesesatan yang nyata.

wa anżir-hum yaumal-ḥasrati iż quḍiyal-amr, wa hum fī gaflatiw wa hum lā yu`minun

Dan berilah mereka peringatan Muhammad tentang hari penyesalan, yaitu ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.

innā naḥnu nariṡul-arḍa wa man 'alaihā wa ilainā yurja'un

Sesungguhnya Kamilah yang mewarisi bumi dan semua yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami mereka dikembalikan.

← Surah sebelumnya Surah 18
Surah selanjutnya → Surah 20