Surah ke-7 · 206 ayat · Makkiyah

Al-Araf

سورة الأعراف

The heights

qālū āmannā birabbil-'ālamīn

Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,

qāla fir'aunu āmantum bihī qabla an āżana lakum, inna hāżā lamakrum makartumụhu fil-madīnati litukhrijụ min-hā ahlahā, fa saufa ta'lamụn

Fir‘aun berkata, “Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini, untuk mengusir penduduknya. Kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu ini.

la`uqaṭṭi'anna aidiyakum wa arjulakum min khilāfin ṡumma la`uṣallibannakum ajma'īn

Pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya, kemudian aku akan menyalib kamu semua.”

qālū innā ilā rabbinā mungqalibụn

Mereka para pesihir menjawab, “Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.

wa mā tangqimu minnā illā an āmannā bi`āyāti rabbinā lammā jā`atnā, rabbanā afrig 'alainā ṣabraw wa tawaffanā muslimīn

Dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” Mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim berserah diri kepada-Mu.”

wa qālal-mala`u ming qaumi fir'auna a tażaru mụsā wa qaumahụ liyufsidụ fil-arḍi wa yażaraka wa ālihatak, qāla sanuqattilu abnā`ahum wa nastaḥyī nisā`ahum, wa innā fauqahum qāhirụn

Dan para pemuka dari kaum Fir‘aun berkata, “Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini Mesir dan meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?” Fir‘aun menjawab, “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.”

qāla mụsā liqaumihista'īnụ billāhi waṣbirụ, innal-arḍa lillāh, yụriṡuhā may yasyā`u min 'ibādih, wal-'āqibatu lil-muttaqīn

Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi ini milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

qālū ụżīnā ming qabli an ta`tiyana wa mim ba'di mā ji`tana, qāla 'asā rabbukum ay yuhlika 'aduwwakum wa yastakhlifakum fil-arḍi fa yanẓura kaifa ta'malụn

Mereka kaum Musa berkata, ”Kami telah ditindas oleh Fir‘aun sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang.” Musa menjawab, “Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi; maka Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu.”

wa laqad akhażnā āla fir'auna bis-sinīna wa naqṣim minaṡ-ṡamarāti la'allahum yażżakkarụn

Dan sungguh, Kami telah menghukum Fir‘aun dan kaumnya dengan mendatangkan musim kemarau bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, agar mereka mengambil pelajaran.

fa iżā jā`at-humul-ḥasanatu qālụ lanā hāżih, wa in tuṣib-hum sayyi`atuy yaṭṭayyarụ bimụsā wa mam ma'ah, alā innamā ṭā`iruhum 'indallāhi wa lākinna akṡarahum lā ya'lamụn

Kemudian apabila kebaikan kemakmuran datang kepada mereka, mereka berkata, “Ini adalah karena usaha kami.” Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahuilah, sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui.

wa qālụ mahmā ta`tinā bihī min āyatil litas-ḥaranā bihā fa mā naḥnu laka bimu`minīn

Dan mereka berkata kepada Musa, “Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk menyihir kami, kami tidak akan beriman kepadamu.”

fa arsalnā 'alaihimuṭ-ṭụfāna wal-jarāda wal-qummala waḍ-ḍafādi'a wad-dama āyātim mufaṣṣalāt, fastakbarụ wa kānụ qaumam mujrimīn

Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah air minum berubah menjadi darah sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.

ۚ

wa lammā waqa'a 'alaihimur-rijzu qālụ yā mụsad'u lanā rabbaka bimā 'ahida 'indak, la`ing kasyafta 'annar-rijza lanu`minanna laka wa lanursilanna ma'aka banī isrā`īl

Dan ketika mereka ditimpa azab yang telah diterangkan itu mereka pun berkata, “Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.”

fa lammā kasyafnā 'an-humur-rijza ilā ajalin hum bāligụhu iżā hum yangkuṡụn

Tetapi setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi ternyata mereka ingkar janji.

fantaqamnā min-hum fa agraqnāhum fil-yammi bi`annahum każżabụ bi`āyātinā wa kānụ 'an-hā gāfilīn

Maka Kami hukum sebagian di antara mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan melalaikan ayat-ayat Kami.

wa auraṡnal-qaumallażīna kānụ yustaḍ'afụna masyāriqal-arḍi wa magāribahallatī bāraknā fīhā, wa tammat kalimatu rabbikal-ḥusnā 'alā banī isrā`īla bimā ṣabarụ, wa dammarnā mā kāna yaṣna'u fir'aunu wa qaumuhụ wa mā kānụ ya'risyụn

Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu sebagai janji untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir‘aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun.

wa jāwaznā bibanī isrā`īlal-baḥra fa atau 'alā qaumiy ya'kufụna 'alā aṣnāmil lahum, qālụ yā mụsaj'al lanā ilāhang kamā lahum ālihah, qāla innakum qaumun taj-halụn

Dan Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu bagian utara dari Laut Merah. Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala, mereka Bani Israil berkata, “Wahai Musa! Buatlah untuk kami sebuah tuhan berhala sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan berhala.” Musa menjawab, “Sungguh, kamu orang-orang yang bodoh.”

inna hā`ulā`i mutabbarum mā hum fīhi wa bāṭilum mā kānụ ya'malụn

Sesungguhnya mereka akan dihancurkan oleh kepercayaan yang dianutnya dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan.

qāla a gairallāhi abgīkum ilāhaw wa huwa faḍḍalakum 'alal-'ālamīn

Dia Musa berkata, “Pantaskah aku mencari tuhan untukmu selain Allah, padahal Dia yang telah melebihkan kamu atas segala umat pada masa itu.”

← Surah sebelumnya Surah 6
Surah selanjutnya → Surah 8