Surah ke-43 · 89 ayat · Makkiyah

Az-Zukhruf

سورة الزخرف

Ornaments of Gold

am ātaināhum kitābam ming qablihī fa hum bihī mustamsikụn

Atau apakah pernah Kami berikan sebuah kitab kepada mereka sebelumnya, lalu mereka berpegang pada kitab itu?

bal qālū innā wajadnā ābā`anā 'alā ummatiw wa innā 'alā āṡārihim muhtadụn

Bahkan mereka berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka.”

wa każālika mā arsalnā ming qablika fī qaryatim min nażīrin illā qāla mutrafụhā innā wajadnā ābā`anā 'alā ummatiw wa innā 'alā āṡārihim muqtadụn

Dan demikian juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau Muhammad dalam suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah di negeri itu selalu berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka.”

۞

qāla a walau ji`tukum bi`ahdā mimmā wajattum 'alaihi ābā`akum, qālū innā bimā ursiltum bihī kāfirụn

Rasul itu berkata, “Apakah kamu akan mengikutinya juga sekalipun aku membawa untukmu agama yang lebih baik daripada apa yang kamu peroleh dari agama yang dianut nenek moyangmu.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diperintahkan untuk menyampaikannya.”

fantaqamnā min-hum fanẓur kaifa kāna 'āqibatul-mukażżibīn

Lalu Kami binasakan mereka, maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan kebenaran.

wa iż qāla ibrāhīmu li`abīhi wa qaumihī innanī barā`um mimmā ta'budụn

Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah,

illallażī faṭaranī fa innahụ sayahdīn

Kecuali kamu menyembah Allah yang menciptakanku; karena sungguh, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”

ۢ

wa ja'alahā kalimatam bāqiyatan fī 'aqibihī la'allahum yarji'ụn

Dan Ibrahim menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.

bal matta'tu hā`ulā`i wa ābā`ahum ḥattā jā`ahumul-ḥaqqu wa rasụlum mubīn

Bahkan Aku telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan nenek moyang mereka sampai kebenaran Al-Qur'an datang kepada mereka beserta seorang Rasul yang memberi penjelasan.

wa lammā jā`ahumul-ḥaqqu qālụ hāżā siḥruw wa innā bihī kāfirụn

Tetapi ketika kebenaran Al-Qur'an itu datang kepada mereka, mereka berkata, “Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami mengingkarinya.”

wa qālụ lau lā nuzzila hāżal-qur`ānu 'alā rajulim minal-qaryataini 'aẓīm

Dan mereka juga berkata, “Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada orang besar kaya dan berpengaruh dari salah satu dua negeri ini Mekah dan Taif?”

a hum yaqsimụna raḥmata rabbik, naḥnu qasamnā bainahum ma'īsyatahum fil-ḥayātid-dun-yā wa rafa'nā ba'ḍahum fauqa ba'ḍin darajātil liyattakhiża ba'ḍuhum ba'ḍan sukhriyyā, wa raḥmatu rabbika khairum mimmā yajma'ụn

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.

walau lā ay yakụnan-nāsu ummataw wāḥidatal laja'alnā limay yakfuru bir-raḥmāni libuyụtihim suqufam min fiḍḍatiw wa ma'ārija 'alaihā yaẓ-harụn

Dan sekiranya bukan karena menghindarkan manusia menjadi umat yang satu dalam kekafiran, pastilah sudah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Allah Yang Maha Pengasih, loteng-loteng rumah mereka dari perak, demikian pula tangga-tangga yang mereka naiki,

wa libuyụtihim abwābaw wa sururan 'alaihā yattaki`ụn

Dan Kami buatkan pula pintu-pintu perak bagi rumah-rumah mereka, dan begitu pula dipan-dipan tempat mereka bersandar,

wa zukhrufā, wa ing kullu żālika lammā matā'ul-ḥayātid-dun-yā, wal-ākhiratu 'inda rabbika lil-muttaqīn

Dan Kami buatkan pula perhiasan-perhiasan dari emas. Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, sedangkan kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

wa may ya'syu 'an żikrir-raḥmāni nuqayyiḍ lahụ syaiṭānan fa huwa lahụ qarīn

Dan barangsiapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih Al-Qur'an, Kami biarkan setan menyesatkannya dan menjadi teman karibnya.

wa innahum layaṣuddụnahum 'anis-sabīli wa yaḥsabụna annahum muhtadụn

Dan sungguh, mereka setan-setan itu benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

ḥattā iżā jā`anā qāla yā laita bainī wa bainaka bu'dal-masyriqaini fa bi`sal-qarīn

Sehingga apabila orang–orang yang berpaling itu datang kepada Kami pada hari Kiamat dia berkata, “Wahai! Sekiranya jarak antara aku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat! Memang setan itu teman yang paling jahat bagi manusia.”

wa lay yanfa'akumul-yauma iẓ ẓalamtum annakum fil-'ażābi musytarikụn

Dan harapanmu itu sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari itu karena kamu telah menzalimi dirimu sendiri. Sesungguhnya kamu pantas bersama-sama dalam azab itu.

a fa anta tusmi'uṣ-ṣumma au tahdil-'umya wa mang kāna fī ḍalālim mubīn

Maka apakah engkau Muhammad dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar, atau dapatkah engkau memberi petunjuk kepada orang yang buta hatinya dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?

← Surah sebelumnya Surah 42
Surah selanjutnya → Surah 44