fa lammā jā`as-saḥaratu qālụ lifir'auna a inna lanā la`ajran ing kunnā naḥnul-gālibīn
Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir‘aun, “Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang?”
Surah ke-26 · 227 ayat · Makkiyah
سورة الشعراء
The Poets
fa lammā jā`as-saḥaratu qālụ lifir'auna a inna lanā la`ajran ing kunnā naḥnul-gālibīn
Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir‘aun, “Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang?”
qāla na'am wa innakum iżal laminal-muqarrabīn
Dia Fir‘aun menjawab, “Ya, dan bahkan kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat kepadaku.”
qāla lahum mụsā alqụ mā antum mulqụn
Dia Musa berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.”
fa alqau ḥibālahum wa 'iṣiyyahum wa qālụ bi'izzati fir'auna innā lanaḥnul-gālibụn
Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, “Demi kekuasaan Fir‘aun, pasti kamilah yang akan menang.”
ۚ
fa alqā mụsā 'aṣāhu fa iżā hiya talqafu mā ya`fikụn
Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.
ۙ
fa ulqiyas-saḥaratu sājidīn
Maka menyungkurlah para pesihir itu, bersujud.
ۙ
qālū āmannā birabbil-'ālamīn
Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,
rabbi mụsā wa hārụn
Yaitu Tuhannya Musa dan Harun.”
ەۗ
qāla āmantum lahụ qabla an āżana lakum, innahụ lakabīrukumullażī 'allamakumus-siḥr, fa lasaufa ta'lamụn, la`uqaṭṭi'anna aidiyakum wa arjulakum min khilāfiw wa la`uṣallibannakum ajma'īn
Dia Fir‘aun berkata, “Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Nanti kamu pasti akan tahu akibat perbuatanmu. Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang dan sungguh, akan kusalib kamu semuanya.”
ۚ
qālụ lā ḍaira innā ilā rabbinā mungqalibụn
Mereka berkata, “Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami.
ۗ
innā naṭma'u ay yagfira lanā rabbunā khaṭāyānā ang kunnā awwalal-mu`minīn
Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami menjadi orang yang pertama-tama beriman.”
۞
wa auḥainā ilā mụsā an asri bi'ibādī innakum muttaba'ụn
Dan Kami wahyukan perintahkan kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku Bani Israil, sebab pasti kamu akan dikejar.”
ۚ
fa arsala fir'aunu fil-madā`ini ḥāsyirīn
Kemudian Fir‘aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan bala tentaranya.
inna hā`ulā`i lasyirżimatung qalīlụn
Fir‘aun berkata, “Sesungguhnya mereka Bani Israil hanya sekelompok kecil,
ۙ
wa innahum lanā lagā`iẓụn
dan sesungguhnya mereka telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,
ۗ
wa innā lajamī'un ḥāżirụn
dan sesungguhnya kita semua tanpa kecuali harus selalu waspada.”
ۙ
fa akhrajnāhum min jannātiw wa 'uyụn
Kemudian, Kami keluarkan mereka Fir‘aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air,
ۙ
wa kunụziw wa maqāming karīm
Dan dari harta kekayaan dan kedudukan yang mulia,
ۗ
każālik, wa auraṡnāhā banī isrā`īl
Demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya itu kepada Bani Israil.
fa atba'ụhum musyriqīn
Lalu Fir‘aun dan bala tentaranya dapat menyusul mereka pada waktu matahari terbit.