waṣṭana'tuka linafsī
Dan Aku telah memilihmu menjadi rasul untuk diri-Ku.
Surah ke-20 · 135 ayat · Makkiyah
سورة طه
Taha
waṣṭana'tuka linafsī
Dan Aku telah memilihmu menjadi rasul untuk diri-Ku.
iż-hab anta wa akhụka bi`āyātī wa lā taniyā fī żikrī
Pergilah engkau beserta saudaramu dengan membawa tanda-tanda kekuasaan-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku;
iż-habā ilā fir'auna innahụ ṭagā
pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas;
fa qụlā lahụ qaulal layyinal la'allahụ yatażakkaru au yakhsyā
Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya Fir‘aun dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.
qālā rabbanā innanā nakhāfu ay yafruṭa 'alainā au ay yaṭgā
Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, sungguh, kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas,”
qāla lā takhāfā innanī ma'akumā asma'u wa arā
Dia Allah berfirman, “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.
ەۙ
fa`tiyāhu fa qụlā innā rasụlā rabbika fa arsil ma'anā banī isrā`īla wa lā tu'ażżib-hum, qad ji`nāka bi`āyatim mir rabbik, was-salāmu 'alā manittaba'al-hudā
Maka pergilah kamu berdua kepadanya Fir‘aun dan katakanlah, “Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti atas kerasulan kami dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.
innā qad ụḥiya ilainā annal-'ażāba 'alā mang każżaba wa tawallā
Sungguh, telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu ditimpakan pada siapa pun yang mendustakan ajaran agama yang kami bawa dan berpaling tidak mempedulikannya.”
qāla fa mar rabbukumā yā mụsā
Dia Fir‘aun berkata, “Siapakah Tuhanmu berdua, wahai Musa?”
qāla rabbunallażī a'ṭā kulla syai`in khalqahụ ṡumma hadā
Dia Musa menjawab, “Tuhan kami ialah Tuhan yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk.”
qāla fa mā bālul-qurụnil-ụlā
Dia Fir‘aun berkata, “Jadi bagaimana keadaan umat-umat yang dahulu?”
qāla 'ilmuhā 'inda rabbī fī kitāb, lā yaḍillu rabbī wa lā yansā
Dia Musa menjawab, “Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam sebuah Kitab Lauh Mahfuzh, Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa;
allażī ja'ala lakumul-arḍa mahdaw wa salaka lakum fīhā subulaw wa anzala minas-samā`i mā`ā, fa akhrajnā bihī azwājam min nabātin syattā
Tuhan yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air hujan dari langit.” Kemudian Kami tumbuhkan dengannya air hujan itu berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.
kulụ war'au an'āmakum, inna fī żālika la`āyātil li`ulin-nuhā
Makanlah dan gembalakanlah hewan-hewanmu. Sungguh, pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal.
۞
min-hā khalaqnākum wa fīhā nu'īdukum wa min-hā nukhrijukum tāratan ukhrā
Darinya tanah itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain.
wa laqad araināhu āyātinā kullahā fa każżaba wa abā
Dan sungguh, Kami telah memperlihatkan kepadanya Fir‘aun tanda-tanda kebesaran Kami semuanya, ternyata dia mendustakan dan enggan menerima kebenaran.
qāla a ji`tanā litukhrijanā min arḍinā bisiḥrika yā mụsā
Dia Fir‘aun berkata, “Apakah engkau datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami dengan sihirmu, wahai Musa?
fa lana`tiyannaka bisiḥrim miṡlihī faj'al bainanā wa bainaka mau'idal lā nukhlifuhụ naḥnu wa lā anta makānan suwā
Maka kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu, maka buatlah suatu perjanjian untuk pertemuan antara kami dan engkau yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak pula engkau, di suatu tempat yang terbuka.”
qāla mau'idukum yaumuz-zīnati wa ay yuḥsyaran-nāsu ḍuḥā
Dia Musa berkata, “Perjanjian waktu untuk pertemuan kami dengan kamu itu ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari duha.”
fa tawallā fir'aunu fa jama'a kaidahụ ṡumma atā
Maka Fir‘aun meninggalkan tempat itu, lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang kembali pada hari yang ditentukan.