Surah ke-20 · 135 ayat · Makkiyah

Taha

سورة طه

Taha

ۖ

fa akalā min-hā fa badat lahumā sau`ātuhumā wa ṭafiqā yakhṣifāni 'alaihimā miw waraqil jannah, wa 'aṣā ādamu rabbahụ fa gawā

Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun yang ada di surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhannya, dan sesatlah dia.

ṡummajtabāhu rabbuhụ fa tāba 'alaihi wa hadā

Kemudian Tuhannya memilih dia, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.

ەۙ

qālahbiṭā min-hā jamī'am ba'ḍukum liba'ḍin 'aduww, fa immā ya`tiyannakum minnī hudan fa manittaba'a hudāya fa lā yaḍillu wa lā yasyqā

Dia Allah berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka ketahuilah barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.

wa man a'raḍa 'an żikrī fa inna lahụ ma'īsyatan ḍangkaw wa naḥsyuruhụ yaumal-qiyāmati a'mā

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”

qāla rabbi lima ḥasyartanī a'mā wa qad kuntu baṣīrā

Dia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?”

qāla każālika atatka āyātunā fa nasītahā, wa każālikal-yauma tunsā

Dia Allah berfirman, “Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu pula pada hari ini kamu diabaikan.”

wa każālika najzī man asrafa wa lam yu`mim bi`āyāti rabbih, wa la'ażābul-ākhirati asyaddu wa abqā

Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.

a fa lam yahdi lahum kam ahlaknā qablahum minal-qurụni yamsyụna fī masākinihim, inna fī żālika la`āyātil li`ulin-nuhā

Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka orang-orang musyrik berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal mereka melewati bekas-bekas tempat tinggal mereka umat-umat itu? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.

ۗ

walau lā kalimatun sabaqat mir rabbika lakāna lizāmaw wa ajalum musammā

Dan kalau tidak ada suatu ketetapan terdahulu dari Tuhanmu serta tidak ada batas yang telah ditentukan ajal, pasti siksaan itu menimpa mereka.

faṣbir 'alā mā yaqụlụna wa sabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulụ'isy-syamsi wa qabla gurụbihā, wa min ānā`il-laili fa sabbiḥ wa aṭrāfan-nahāri la'allaka tarḍā

Maka sabarlah engkau Muhammad atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah pula pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang.

ەۙ

wa lā tamuddanna 'ainaika ilā mā matta'nā bihī azwājam min-hum zahratal-ḥayātid-dun-yā linaftinahum fīh, wa rizqu rabbika khairuw wa abqā

Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan kesenangan itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.

wa`mur ahlaka biṣ-ṣalāti waṣṭabir 'alaihā, lā nas`aluka rizqā, naḥnu narzuquk, wal-'āqibatu lit-taqwā

Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik di akhirat adalah bagi orang yang bertakwa.

wa qālụ lau lā ya`tīnā bi`āyatim mir rabbih, a wa lam ta`tihim bayyinatu mā fiṣ-ṣuḥufil-ụlā

Dan mereka berkata, “Mengapa dia tidak membawa tanda bukti kepada kami dari Tuhannya?” Bukankah telah datang kepada mereka bukti yang nyata sebagaimana yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?

walau annā ahlaknāhum bi'ażābim ming qablihī laqālụ rabbanā lau lā arsalta ilainā rasụlan fa nattabi'a āyātika ming qabli an nażilla wa nakhzā

Dan kalau mereka Kami binasakan dengan suatu siksaan sebelumnya Al-Qur'an itu diturunkan, tentulah mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?”

۔

qul kullum mutarabbiṣun fa tarabbaṣụ, fa sata'lamụna man aṣ-ḥābuṣ-ṣirāṭis-sawiyyi wa manihtadā

Katakanlah Muhammad, “Masing-masing kita menanti, maka nantikanlah olehmu! Dan kelak kamu akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus, dan siapa yang telah mendapat petunjuk.”

← Surah sebelumnya Surah 19
Surah selanjutnya → Surah 21