Surah ke-20 · 135 ayat · Makkiyah

Taha

سورة طه

Taha

khālidīna fīh, wa sā`a lahum yaumal-qiyāmati ḥimlā

mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan sungguh buruk beban dosa itu bagi mereka pada hari Kiamat,

ۖ

yauma yunfakhu fiṣ-ṣụri wa naḥsyurul-mujrimīna yauma`iżin zurqā

Pada hari Kiamat sangkakala ditiup yang kedua kali dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan wajah biru muram,

yatakhāfatụna bainahum il labiṡtum illā 'asyrā

Mereka saling berbisik satu sama lain, “Kamu tinggal di dunia tidak lebih dari sepuluh hari.”

naḥnu a'lamu bimā yaqụlụna iż yaqụlu amṡaluhum ṭarīqatan il labiṡtum illā yaumā

Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan, “Kamu tinggal di dunia, tidak lebih dari sehari saja.”

ۙ

wa yas`alụnaka 'anil-jibāli fa qul yansifuhā rabbī nasfā

Dan mereka bertanya kepadamu Muhammad tentang gunung-gunung, maka katakanlah, “Tuhanku akan menghancurkannya pada hari Kiamat sehancur-hancurnya,

ۙ

fa yażaruhā qā'an ṣafṣafā

Kemudian Dia akan menjadikan bekas gunung-gunung itu rata sama sekali,

ۗ

lā tarā fīhā 'iwajaw wa lā amtā

Sehingga kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana.”

yauma`iżiy yattabi'ụnad-dā'iya lā 'iwaja lah, wa khasya'atil-aṣwātu lir-raḥmāni fa lā tasma'u illā hamsā

Pada hari itu mereka mengikuti panggilan penyeru malaikat tanpa berbelok-belok membantah; dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik.

yauma`iżil lā tanfa'usy-syafā'atu illā man ażina lahur-raḥmānu wa raḍiya lahụ qaulā

Pada hari itu tidak berguna syafaat pertolongan, kecuali dari orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan Dia ridai perkataannya.

ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum wa lā yuḥīṭụna bihī 'ilmā

Dia Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka yang akan terjadi dan apa yang di belakang mereka yang telah terjadi, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.

۞

wa 'anatil-wujụhu lil-ḥayyil-qayyụm, wa qad khāba man ḥamala ẓulmā

Dan semua wajah tertunduk di hadapan Allah Yang Hidup dan Yang Berdiri Sendiri. Sungguh rugi orang yang melakukan kezaliman.

wa may ya'mal minaṣ-ṣāliḥāti wa huwa mu`minun fa lā yakhāfu ẓulmaw wa lā haḍmā

Dan barang siapa mengerjakan kebajikan sedang dia dalam keadaan beriman, maka dia tidak khawatir akan perlakuan zalim terhadapnya dan tidak pula khawatir akan pengurangan haknya.

wa każālika anzalnāhu qur`ānan 'arabiyyaw wa ṣarrafnā fīhi minal-wa'īdi la'allahum yattaqụna au yuḥdiṡu lahum żikrā

Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur'an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menjelaskan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman, agar mereka bertakwa, atau agar Al-Qur'an itu memberi pengajaran bagi mereka.

fa ta'ālallāhul-malikul-ḥaqq, wa lā ta'jal bil-qur`āni ming qabli ay yuqḍā ilaika waḥyuhụ wa qur rabbi zidnī 'ilmā

Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau Muhammad tergesa-gesa membaca Al-Qur'an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. ”

wa laqad 'ahidnā ilā ādama ming qablu fa nasiya wa lam najid lahụ 'azmā

Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.

ۗ

wa iż qulnā lil-malā`ikatisjudụ li`ādama fa sajadū illā iblīsa abā

Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Lalu mereka pun sujud kecuali Iblis; dia menolak.

fa qulnā yā ādamu inna hāżā 'aduwwul laka wa lizaujika fa lā yukhrijannakumā minal-jannati fa tasyqā

Kemudian Kami berfirman, “Wahai Adam! Sungguh ini Iblis musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka.

ۙ

inna laka allā tajụ'a fīhā wa lā ta'rā

Sungguh, ada jaminan untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang.

wa annaka lā taẓma`u fīhā wa lā taḍ-ḥā

Dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari.”

fa waswasa ilaihisy-syaiṭānu qāla yā ādamu hal adulluka 'alā syajaratil-khuldi wa mulkil lā yablā

Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata, “Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

← Surah sebelumnya Surah 19
Surah selanjutnya → Surah 21