Surah ke-17 · 111 ayat · Makkiyah

Al-Isra

سورة الإسراء

The night journey

wa qul jā`al-ḥaqqu wa zahaqal-bāṭilu innal-bāṭila kāna zahụqā

Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.

wa nunazzilu minal-qur`āni mā huwa syifā`uw wa raḥmatul lil-mu`minīna wa lā yazīduẓ-ẓālimīna illā khasārā

Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim Al-Qur'an itu hanya akan menambah kerugian.

wa iżā an'amnā 'alal-insāni a'raḍa wa na`ā bijānibih, wa iżā massahusy-syarru kāna ya`ụsā

Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, niscaya dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa.

qul kulluy ya'malu 'alā syākilatih, fa rabbukum a'lamu biman huwa ahdā sabīlā

Katakanlah Muhammad, “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.

wa yas`alụnaka 'anir-rụḥ, qulir-rụḥu min amri rabbī wa mā ụtītum minal-'ilmi illā qalīlā

Dan mereka bertanya kepadamu Muhammad tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.”

wa la`in syi`nā lanaż-habanna billażī auḥainā ilaika ṡumma lā tajidu laka bihī 'alainā wakīlā

Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu Muhammad, dan engkau tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami,

illā raḥmatam mir rabbik, inna faḍlahụ kāna 'alaika kabīrā

Kecuali karena rahmat dari Tuhanmu. Sungguh, karunia-Nya atasmu Muhammad sangat besar.

qul la`inijtama'atil-insu wal-jinnu 'alā ay ya`tụ bimiṡli hāżal-qur`āni lā ya`tụna bimiṡlihī walau kāna ba'ḍuhum liba'ḍin ẓahīrā

Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.”

wa laqad ṣarrafnā lin-nāsi fī hāżal-qur`āni ming kulli maṡalin fa abā akṡarun-nāsi illā kufụrā

Dan sungguh, Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur'an ini dengan bermacam-macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkarinya.

wa qālụ lan nu`mina laka ḥattā tafjura lanā minal-arḍi yambụ'ā

Dan mereka berkata, “Kami tidak akan percaya kepadamu Muhammad sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami,

au takụna laka jannatum min nakhīliw wa 'inabin fa tufajjiral-an-hāra khilālahā tafjīrā

atau engkau mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau alirkan di celah-celahnya sungai yang deras alirannya,

au tusqiṭas-samā`a kamā za'amta 'alainā kisafan au ta`tiya billāhi wal-malā`ikati qabīlā

Atau engkau jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana engkau katakan, atau sebelum engkau datangkan Allah dan para malaikat berhadapan muka dengan kami,

au yakụna laka baitum min zukhrufin au tarqā fis-samā`, wa lan nu`mina liruqiyyika ḥattā tunazzila 'alainā kitāban naqra`uh, qul sub-ḥāna rabbī hal kuntu illā basyarar rasụlā

Atau engkau mempunyai sebuah rumah terbuat dari emas, atau engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca.” Katakanlah Muhammad, “Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”

wa mā mana'an-nāsa ay yu`minū iż jā`ahumul-hudā illā ang qālū a ba'aṡallāhu basyarar rasụlā

Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepadanya, selain perkataan mereka, “Mengapa Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?”

qul lau kāna fil-arḍi malā`ikatuy yamsyụna muṭma`innīna lanazzalnā 'alaihim minas-samā`i malakar rasụlā

Katakanlah Muhammad, “Sekiranya di bumi ada para malaikat, yang berjalan-jalan dengan tenang, niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi rasul.”

qul kafā billāhi syahīdam bainī wa bainakum, innahụ kāna bi'ibādihī khabīram baṣīrā

Katakanlah Muhammad, “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”

wa may yahdillāhu fa huwal-muhtad, wa may yuḍlil fa lan tajida lahum auliyā`a min dụnih, wa naḥsyuruhum yaumal-qiyāmati 'alā wujụhihim 'umyaw wa bukmaw wa ṣummā, ma`wāhum jahannam, kullamā khabat zidnāhum sa'īrā

Dan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk, dan barang siapa Dia sesatkan, maka engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka.

żālika jazā`uhum bi`annahum kafarụ bi`āyātinā wa qālū a iżā kunnā 'iẓāmaw wa rufātan a innā lamab'ụṡụna khalqan jadīdā

Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan karena mereka berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?”

۞

a wa lam yarau annallāhallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa qādirun 'alā ay yakhluqa miṡlahum wa ja'ala lahum ajalal lā raiba fīh, fa abaẓ-ẓālimụna illā kufụrā

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Mahakuasa pula menciptakan yang serupa dengan mereka, dan Dia telah menetapkan waktu tertentu mati atau dibangkitkan bagi mereka, yang tidak diragukan lagi? Maka orang zalim itu tidak menolaknya kecuali dengan kekafiran.

qul lau antum tamlikụna khazā`ina raḥmati rabbī iżal la`amsaktum khasy-yatal-infāq, wa kānal-insānu qatụrā

Katakanlah Muhammad, “Sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan manusia itu memang sangat kikir.

← Surah sebelumnya Surah 16
Surah selanjutnya → Surah 18