wa laqad ṣarrafnā fī hāżal-qur`āni liyażżakkarụ, wa mā yazīduhum illā nufụrā
Dan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami jelaskan berulang-ulang peringatan, agar mereka selalu ingat. Tetapi peringatan itu hanya menambah mereka lari dari kebenaran.
Surah ke-17 · 111 ayat · Makkiyah
سورة الإسراء
The night journey
wa laqad ṣarrafnā fī hāżal-qur`āni liyażżakkarụ, wa mā yazīduhum illā nufụrā
Dan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami jelaskan berulang-ulang peringatan, agar mereka selalu ingat. Tetapi peringatan itu hanya menambah mereka lari dari kebenaran.
ٓ
qul lau kāna ma'ahū ālihatung kamā yaqụlụna iżal labtagau ilā żil-'arsyi sabīlā
Katakanlah Muhammad, “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ’Arsy.”
sub-ḥānahụ wa ta'ālā 'ammā yaqụlụna 'uluwwang kabīrā
Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka katakan, luhur dan agung tidak ada bandingannya.
tusabbiḥu lahus-samāwātus-sab'u wal-arḍu wa man fīhinn, wa im min syai`in illā yusabbiḥu biḥamdihī wa lākil lā tafqahụna tasbīḥahum, innahụ kāna ḥalīman gafụrā
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.
wa iżā qara`tal-qur`āna ja'alnā bainaka wa bainallażīna lā yu`minụna bil-ākhirati ḥijābam mastụrā
Dan apabila engkau Muhammad membaca Al-Qur'an, Kami adakan suatu dinding yang tidak terlihat antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat,
wa ja'alnā 'alā qulụbihim akinnatan ay yafqahụhu wa fī āżānihim waqrā, wa iżā żakarta rabbaka fil-qur`āni waḥdahụ wallau 'alā adbārihim nufụrā
Dan Kami jadikan hati mereka tertutup dan telinga mereka tersumbat, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur'an, mereka berpaling ke belakang melarikan diri karena benci.
naḥnu a'lamu bimā yastami'ụna bihī iż yastami'ụna ilaika wa iż hum najwā iż yaqụluẓ-ẓālimụna in tattabi'ụna illā rajulam mas-ḥụrā
Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan engkau Muhammad, dan sewaktu mereka berbisik-bisik yaitu ketika orang zalim itu berkata, “Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.”
unẓur kaifa ḍarabụ lakal-amṡāla fa ḍallụ fa lā yastaṭī'ụna sabīlā
Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan untukmu Muhammad; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan yang benar.
wa qālū a iżā kunnā 'iẓāmaw wa rufātan a innā lamab'ụṡụna khalqan jadīdā
Dan mereka berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”
۞
qul kụnụ ḥijāratan au ḥadīdā
Katakanlah Muhammad, “Jadilah kamu batu atau besi,
au khalqam mimmā yakburu fī ṣudụrikum, fa sayaqụlụna may yu'īdunā, qulillażī faṭarakum awwala marrah, fa sayun-giḍụna ilaika ru`ụsahum wa yaqụlụna matā huw, qul 'asā ay yakụna qarībā
Atau menjadi makhluk yang besar yang tidak mungkin hidup kembali menurut pikiranmu.” Maka mereka akan bertanya, “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah, “Yang telah menciptakan kamu pertama kali.” Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu dan berkata, “Kapan Kiamat itu akan terjadi?” Katakanlah, “Barang kali waktunya sudah dekat,”
yauma yad'ụkum fa tastajībụna biḥamdihī wa taẓunnụna il labiṡtum illā qalīlā
Yaitu pada hari ketika Dia memanggil kamu, dan kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, rasanya hanya sebentar saja kamu berdiam di dalam kubur.
wa qul li'ibādī yaqụlullatī hiya aḥsan, innasy-syaiṭāna yanzagu bainahum, innasy-syaiṭāna kāna lil-insāni 'aduwwam mubīnā
Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik benar. Sungguh, setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.
rabbukum a'lamu bikum iy yasya` yar-ḥamkum au iy yasya` yu'ażżibkum, wa mā arsalnāka 'alaihim wakīlā
Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepadamu, dan jika Dia menghendaki, pasti Dia akan mengazabmu. Dan Kami tidaklah mengutusmu Muhammad untuk menjadi penjaga bagi mereka.
wa rabbuka a'lamu biman fis-samāwāti wal-arḍ, wa laqad faḍḍalnā ba'ḍan-nabiyyīna 'alā ba'ḍiw wa ātainā dāwụda zabụrā
Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian yang lain, dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.
qulid'ullażīna za'amtum min dụnihī fa lā yamlikụna kasyfaḍ-ḍurri 'angkum wa lā taḥwīlā
Katakanlah Muhammad, “Panggillah mereka yang kamu anggap tuhan selain Allah, mereka tidak kuasa untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula mampu mengubahnya.”
ulā`ikallażīna yad'ụna yabtagụna ilā rabbihimul-wasīlata ayyuhum aqrabu wa yarjụna raḥmatahụ wa yakhāfụna 'ażābah, inna 'ażāba rabbika kāna maḥżụrā
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat kepada Allah. Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang harus ditakuti.”
wa im ming qaryatin illā naḥnu muhlikụhā qabla yaumil-qiyāmati au mu'ażżibụhā 'ażāban syadīdā, kāna żālika fil-kitābi masṭụrā
Dan tidak ada suatu negeri pun yang durhaka penduduknya, melainkan Kami membinasakannya sebelum hari Kiamat atau Kami siksa penduduknya dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab Lauh Mahfuzh.
wa mā mana'anā an nursila bil-āyāti illā ang każżaba bihal-awwalụn, wa ātainā ṡamụdan-nāqata mubṣiratan fa ẓalamụ bihā, wa mā nursilu bil-āyāti illā takhwīfā
Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan Kami, melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum samud unta betina sebagai mukjizat yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.
ۗ
wa iż qulnā laka inna rabbaka aḥāṭa bin-nās, wa mā ja'alnar-ru`yallatī araināka illā fitnatal lin-nāsi wasy-syajaratal-mal'ụnata fil-qur`ān, wa nukhawwifuhum fa mā yazīduhum illā ṭugyānang kabīrā
Dan ingatlah ketika Kami wahyukan kepadamu, “Sungguh, ilmu Tuhanmu meliputi seluruh manusia.” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan begitu pula pohon yang terkutuk zaqqum dalam Al-Qur'an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.