wa tażarụnal-ākhirah
Dan mengabaikan kehidupan akhirat.
Surah ke-75 · 40 ayat · Makkiyah
سورة القيامة
The rising of the dead
wa tażarụnal-ākhirah
Dan mengabaikan kehidupan akhirat.
wujụhuy yauma`iżin nāḍirah
Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri,
ۚ
ilā rabbihā nāẓirah
memandang Tuhannya.
wa wujụhuy yauma`iżim bāsirah
Dan wajah-wajah orang kafir pada hari itu muram,
ۗ
taẓunnu ay yuf'ala bihā fāqirah
mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat.
kallā iżā balagatit-tarāqī
Tidak! Apabila nyawa telah sampai ke kerongkongan,
wa qīla man rāq
Dan dikatakan kepadanya, “Siapa yang dapat menyembuhkan?”
wa ẓanna annahul-firāq
Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia,
waltaffatis-sāqu bis-sāq
Dan bertaut betis kiri dengan betis kanan,
ۗ
ilā rabbika yauma`iżinil-masāq
kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.
fa lā ṣaddaqa wa lā ṣallā
Karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur'an dan Rasul dan tidak mau melaksanakan salat,
wa lāking każżaba wa tawallā
Tetapi justru dia mendustakan Rasul dan berpaling dari kebenaran,
ṡumma żahaba ilā ahlihī yatamaṭṭā
kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong.
aulā laka fa aulā
Celakalah kamu! Maka celakalah!
ṡumma aulā laka fa aulā
Sekali lagi, celakalah kamu manusia! Maka celakalah!
a yaḥsabul-insānu ay yutraka sudā
Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban?
a lam yaku nuṭfatam mim maniyyiy yumnā
Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim,
ṡumma kāna 'alaqatan fa khalaqa fa sawwā
Kemudian mani itu menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya,
fa ja'ala min-huz-zaujainiż-żakara wal-unṡā
lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.
َۧ
a laisa żālika biqādirin 'alā ay yuḥyiyal-mautā
Bukankah Allah yang berbuat demikian berkuasa pula menghidupkan orang mati?