وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢبِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ
wallażīna āmanụ wattaba'at-hum żurriyyatuhum bi`īmānin alḥaqnā bihim żurriyyatahum wa mā alatnāhum min 'amalihim min syaī`, kullumri`im bimā kasaba rahīn
Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka di dalam surga, dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal kebajikan mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.
وَاَمْدَدْنٰهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَّلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَ
wa amdadnāhum bifākihatiw wa laḥmim mimmā yasytahụn
Dan Kami berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.
يَتَنَازَعُوْنَ فِيْهَا كَأْسًا لَّا لَغْوٌ فِيْهَا وَلَا تَأْثِيْمٌ
yatanāza'ụna fīhā ka`sal lā lagwun fīhā wa lā ta`ṡīm
Di dalam surga itu mereka saling mengulurkan gelas yang isinya tidak menimbulkan ucapan yang tidak berfaedah ataupun perbuatan dosa.
وَيَطُوْفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَانٌ لَّهُمْ كَاَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَّكْنُوْنٌۚ
wa yaṭụfu 'alaihim gilmānul lahum ka`annahum lu`lu`um maknụn
Dan di sekitar mereka ada anak-anak muda yang berkeliling untuk melayani mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.
وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
wa aqbala ba'ḍuhum 'alā ba'ḍiy yatasā`alụn
Dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa.
قَالُوْٓا اِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِيْٓ اَهْلِنَا مُشْفِقِيْنَ
qālū innā kunnā qablu fī ahlinā musyfiqīn
Mereka berkata, “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut akan diazab.
فَمَنَّ اللّٰهُ عَلَيْنَا وَوَقٰىنَا عَذَابَ السَّمُوْمِ
fa mannallāhu 'alainā wa waqānā 'ażābas-samụm
Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.
اِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوْهُۗ اِنَّهٗ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيْمُ
innā kunnā ming qablu nad'ụh, innahụ huwal-barrur-raḥīm
Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Dialah Yang Maha Melimpahkan Kebaikan, Maha Penyayang.”
فَذَكِّرْ فَمَآ اَنْتَ بِنِعْمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَّلَا مَجْنُوْنٍۗ
fa żakkir fa mā anta bini'mati rabbika bikāhiniw wa lā majnụn
Maka peringatkanlah, karena dengan nikmat Tuhanmu engkau Muhammad bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila.
اَمْ يَقُوْلُوْنَ شَاعِرٌ نَّتَرَبَّصُ بِهٖ رَيْبَ الْمَنُوْنِ
am yaqụlụna syā'irun natarabbaṣu bihī raibal-manụn
Bahkan mereka berkata, “Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.”
قُلْ تَرَبَّصُوْا فَاِنِّيْ مَعَكُمْ مِّنَ الْمُتَرَبِّصِيْنَۗ
qul tarabbaṣụ fa innī ma'akum minal-mutarabbiṣīn
Katakanlah Muhammad, “Tunggulah! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu bersama kamu.”
اَمْ تَأْمُرُهُمْ اَحْلَامُهُمْ بِهٰذَآ اَمْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُوْنَۚ
am ta`muruhum aḥlāmuhum bihāżā am hum qaumun ṭāgụn
Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?
اَمْ يَقُوْلُوْنَ تَقَوَّلَهٗۚ بَلْ لَّا يُؤْمِنُوْنَۚ
am yaqụlụna taqawwalah, bal lā yu`minụn
Ataukah mereka berkata, “Dia Muhammad mereka-rekanya.” Tidak! Merekalah yang tidak beriman.
فَلْيَأْتُوْا بِحَدِيْثٍ مِّثْلِهٖٓ اِنْ كَانُوْا صٰدِقِيْنَۗ
falya`tụ biḥadīṡim miṡlihī ing kānụ ṣādiqīn
Maka cobalah mereka membuat yang semisal dengannya Al-Qur'an jika mereka orang-orang yang benar.
اَمْ خُلِقُوْا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ اَمْ هُمُ الْخَالِقُوْنَۗ
am khuliqụ min gairi syai`in am humul-khāliqụn
Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?
اَمْ خَلَقُوا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ بَلْ لَّا يُوْقِنُوْنَۗ
am khalaqus-samāwāti wal-arḍ, bal lā yụqinụn
Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini apa yang mereka katakan.
اَمْ عِنْدَهُمْ خَزَاۤىِٕنُ رَبِّكَ اَمْ هُمُ الْمُصَۣيْطِرُوْنَۗ
am 'indahum khazā`inu rabbika am humul-muṣaiṭirụn
Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu ataukah mereka yang berkuasa?
اَمْ لَهُمْ سُلَّمٌ يَّسْتَمِعُوْنَ فِيْهِۚ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُمْ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍۗ
am lahum sullamuy yastami'ụna fīh, falya`ti mustami'uhum bisulṭānim mubīn
Atau apakah mereka mempunyai tangga ke langit untuk mendengarkan hal-hal yang gaib? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka itu datang membawa keterangan yang nyata.
اَمْ لَهُ الْبَنٰتُ وَلَكُمُ الْبَنُوْنَۗ
am lahul-banātu wa lakumul-banụn
Ataukah pantas untuk Dia anak-anak perempuan sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki?
اَمْ تَسْـَٔلُهُمْ اَجْرًا فَهُمْ مِّنْ مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُوْنَۗ
am tas`aluhum ajran fa hum mim magramim muṡqalụn
Ataukah engkau Muhamamd meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?