wa fī 'ādin iż arsalnā 'alaihimur-rīḥal-'aqīm
Dan juga pada kisah kaum ‘Ad, ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan,
Surah ke-51 · 60 ayat · Makkiyah
سورة الذاريات
The winnowing winds
wa fī 'ādin iż arsalnā 'alaihimur-rīḥal-'aqīm
Dan juga pada kisah kaum ‘Ad, ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan,
mā tażaru min syai`in atat 'alaihi illā ja'alat-hu kar-ramīm
Angin itu tidak membiarkan suatu apa pun yang dilandanya, bahkan dijadikannya seperti serbuk.
wa fī ṡamụda iż qīla lahum tamatta'ụ ḥattā ḥīn
Dan pada kisah kaum Samud, ketika dikatakan kepada mereka, “Bersenang-senanglah kamu sampai waktu yang ditentukan.”
fa 'atau 'an amri rabbihim fa akhażat-humuṣ-ṣā'iqatu wa hum yanẓurụn
Lalu mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, maka mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.
fa mastaṭā'ụ ming qiyāmiw wa mā kānụ muntaṣirīn
Maka mereka tidak mampu bangun dan juga tidak mendapat pertolongan,
ۗ
wa qauma nụḥim ming qabl, innahum kānụ qauman fāsiqīn
Dan sebelum itu telah Kami binasakan kaum Nuh. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik.
was-samā`a banaināhā bi`aidiw wa innā lamụsi'ụn
Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan Kami, dan Kami benar-benar meluaskannya.
wal-arḍa farasynāhā fa ni'mal-māhidụn
Dan bumi Kami hamparkan; maka Kami sebaik-baik yang telah menghamparkan.
wa ming kulli syai`in khalaqnā zaujaini la'allakum tażakkarụn
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat kebesaran Allah.
fa firrū ilallāh, innī lakum min-hu nażīrum mubīn
Maka segeralah kembali kepada menaati Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.
wa lā taj'alụ ma'allāhi ilāhan ākhar, innī lakum min-hu nażīrum mubīn
Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain selain Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.
każālika mā atallażīna ming qablihim mir rasụlin illā qālụ sāḥirun au majnụn
Demikianlah setiap kali seorang Rasul yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, mereka kaumnya pasti mengatakan, “Dia itu pesihir atau orang gila.”
a tawāṣau bih, bal hum qaumun ṭāgụn
Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.
fa tawalla 'an-hum fa mā anta bimalụm
Maka berpalinglah engkau dari mereka, dan engkau sama sekali tidak tercela.
wa żakkir fa innaż-żikrā tanfa'ul-mu`minīn
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin.
wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya'budụn
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
mā urīdu min-hum mir rizqiw wa mā urīdu ay yuṭ'imụn
Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.
innallāha huwar-razzāqu żul-quwwatil-matīn
Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.
fa inna lillażīna ẓalamụ żanụbam miṡla żanụbi aṣ-ḥābihim fa lā yasta'jilụn
Maka sungguh, untuk orang-orang yang zalim ada bagian azab seperti bagian teman-teman mereka dahulu; maka janganlah mereka meminta kepada-Ku untuk menyegerakannya.
fa wailul lillażīna kafarụ miy yaumihimullażī yụ'adụn
Maka celakalah orang-orang yang kafir pada hari yang telah dijanjikan kepada mereka hari Kiamat.