ۗ
wa fī anfusikum, a fa lā tubṣirụn
Dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
Surah ke-51 · 60 ayat · Makkiyah
سورة الذاريات
The winnowing winds
ۗ
wa fī anfusikum, a fa lā tubṣirụn
Dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
wa fis-samā`i rizqukum wa mā tụ'adụn
Dan di langit terdapat sebab-sebab rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.
fa wa rabbis-samā`i wal-arḍi innahụ laḥaqqum miṡla mā annakum tanṭiqụn
Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan.
hal atāka ḥadīṡu ḍaifi ibrāhīmal-mukramīn
Sudahkah sampai kepadamu Muhammad cerita tamu Ibrahim malaikat-malaikat yang dimuliakan?
iż dakhalụ 'alaihi fa qālụ salāmā, qāla salām, qaumum mungkarụn
Ingatlah ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, “Salaman” salam, Ibrahim menjawab, “Salamun” salam. Mereka itu orang-orang yang belum dikenalnya.
fa rāga ilā ahlihī fa jā`a bi'ijlin samīn
Maka diam-diam dia Ibrahim pergi menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk yang dibakar,
fa qarrabahū ilaihim, qāla alā ta`kulụn
Lalu dihidangkannya kepada mereka tetapi mereka tidak mau makan. Ibrahim berkata, “Mengapa tidak kamu makan.”
fa aujasa min-hum khīfah, qālụ lā takhaf, wa basysyarụhu bigulāmin 'alīm
Maka dia Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, “Janganlah kamu takut,” dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan kelahiran seorang anak yang alim Ishak.
fa aqbalatimra`atuhụ fī ṣarratin fa ṣakkat waj-hahā wa qālat 'ajụzun 'aqīm
Kemudian istrinya datang memekik tercengang lalu menepuk wajahnya sendiri seraya berkata, “Aku ini seorang perempuan tua yang mandul.”
۔
qālụ każāliki qāla rabbuk, innahụ huwal-ḥakīmul-'alīm
Mereka berkata, “Demikianlah Tuhanmu berfirman. Sungguh, Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.”
qāla fa mā khaṭbukum ayyuhal-mursalụn
Dia Ibrahim berkata, “Apakah urusanmu yang penting wahai para utusan?”
qālū innā ursilnā ilā qaumim mujrimīn
Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa kaum Lut,
linursila 'alaihim ḥijāratam min ṭīn
Agar Kami menimpa mereka dengan batu-batu dari tanah yang keras,
musawwamatan 'inda rabbika lil-musrifīn
Yang ditandai dari Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas.”
fa akhrajnā mang kāna fīhā minal-mu`minīn
Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di dalamnya negeri kaum Lut itu.
fa mā wajadnā fīhā gaira baitim minal-muslimīn
Maka Kami tidak mendapati di dalamnya negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang Muslim Lut.
wa taraknā fīhā āyatal lillażīna yakhāfụnal-'ażābal-alīm
Dan Kami tinggalkan padanya negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada azab yang pedih.
wa fī mụsā iż arsalnāhu ilā fir'auna bisulṭānim mubīn
Dan pada Musa terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah ketika Kami mengutusnya kepada Fir‘aun dengan membawa mukjizat yang nyata.
fa tawallā biruknihī wa qāla sāḥirun au majnụn
Tetapi dia Fir‘aun bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, “Dia adalah seorang pesihir atau orang gila.”
fa akhażnāhu wa junụdahụ fa nabażnāhum fil-yammi wa huwa mulīm
Maka Kami siksa dia beserta bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, dalam keadaan tercela.