qālụ rabbanā mang qaddama lanā hāżā fa zid-hu 'ażāban ḍi'fan fin-nār
Mereka berkata lagi, “Ya Tuhan kami, barangsiapa menjerumuskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka.”
Surah ke-38 · 88 ayat · Makkiyah
سورة ص
Sad
qālụ rabbanā mang qaddama lanā hāżā fa zid-hu 'ażāban ḍi'fan fin-nār
Mereka berkata lagi, “Ya Tuhan kami, barangsiapa menjerumuskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka.”
wa qālụ mā lanā lā narā rijālang kunnā na'udduhum minal-asyrār
Dan orang-orang durhaka berkata, “Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu di dunia kami anggap sebagai orang-orang yang jahat hina.
attakhażnāhum sikhriyyan am zāgat 'an-humul-abṣār
Dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena penglihatan kami yang tidak melihat mereka?”
inna żālika laḥaqqun takhāṣumu ahlin-nār
Sungguh, yang demikian benar-benar terjadi, yaitu pertengkaran di antara penghuni neraka.
qul innamā ana munżiruw wa mā min ilāhin illallāhul-wāḥidul-qahhār
Katakanlah Muhammad, “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa,
rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumal-'azīzul-gaffār
Yaitu Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa, Maha Pengampun.”
qul huwa naba`un 'aẓīm
Katakanlah, “Itu Al-Qur'an adalah berita besar,
antum 'an-hu mu'riḍụn
yang kamu berpaling darinya.
mā kāna liya min 'ilmim bil-mala`il-a'lā iż yakhtaṣimụn
Aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-mala’ul a’la malaikat itu ketika mereka berbantah-bantahan.
iy yụḥā ilayya illā annamā ana nażīrum mubīn
Yang diwahyukan kepadaku, bahwa aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.”
iż qāla rabbuka lil-malā`ikati innī khāliqum basyaram min ṭīn
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.
fa iżā sawwaituhụ wa nafakhtu fīhi mir rụḥī faqa'ụ lahụ sājidīn
Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh ciptaan-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”
fa sajadal-malā`ikatu kulluhum ajma'ụn
Lalu para malaikat itu bersujud semuanya,
illā iblīs, istakbara wa kāna minal-kāfirīn
kecuali Iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.
ۗ
qāla yā iblīsu mā mana'aka an tasjuda limā khalaqtu biyadayy, astakbarta am kunta minal-'ālīn
Allah berfirman, “Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu merasa termasuk golongan yang lebih tinggi?”
qāla ana khairum min-hu khalaqtanī min nāriw wa khalaqtahụ min ṭīn
Iblis berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”
qāla fakhruj min-hā fa innaka rajīm
Allah berfirman, “Kalau begitu keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk.
wa inna 'alaika la'natī ilā yaumid-dīn
Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.”
qāla rabbi fa anẓirnī ilā yaumi yub'aṡụn
Iblis berkata, “Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan.”
qāla fa innaka minal-munẓarīn
Allah berfirman, “Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan,