ważkur 'abdanā ayyụb, iż nādā rabbahū annī massaniyasy-syaiṭānu binuṣbiw wa 'ażāb
Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.”
Surah ke-38 · 88 ayat · Makkiyah
سورة ص
Sad
ważkur 'abdanā ayyụb, iż nādā rabbahū annī massaniyasy-syaiṭānu binuṣbiw wa 'ażāb
Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.”
urkuḍ birijlik, hāżā mugtasalum bāriduw wa syarāb
Allah berfirman, “Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.”
wa wahabnā lahū ahlahụ wa miṡlahum ma'ahum raḥmatam minnā wa żikrā li`ulil-albāb
Dan Kami anugerahi dia dengan mengumpulkan kembali keluarganya dan Kami lipatgandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.
wa khuż biyadika ḍigṡan faḍrib bihī wa lā taḥnaṡ, innā wajadnāhu ṣābirā, ni'mal-'abd, innahū awwāb
Dan ambillah seikat rumput dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia Ayyub seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat kepada Allah.
ważkur 'ibādanā ibrāhīma wa is-ḥāqa wa ya'qụba ulil-aidī wal-abṣār
Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.
innā akhlaṣnāhum bikhāliṣatin żikrad-dār
Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan menganugerahkan akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan manusia kepada negeri akhirat.
wa innahum 'indanā laminal-muṣṭafainal-akhyār
Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.
ważkur ismā'īla walyasa'a wa żal-kifl, wa kullum minal-akhyār
Dan ingatlah Ismail, Ilyasa‘ dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.
hāżā żikr, wa inna lil-muttaqīna laḥusna ma`āb
Ini adalah kehormatan bagi mereka. Dan sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa disediakan tempat kembali yang terbaik,
jannāti 'adnim mufattaḥatal lahumul-abwāb
Yaitu surga ’Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,
muttaki`īna fīhā yad'ụna fīhā bifākihating kaṡīratiw wa syarāb
Di dalamnya mereka bersandar di atas dipan-dipan sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu.
wa 'indahum qāṣirātuṭ-ṭarfi atrāb
Dan di samping mereka ada bidadari-bidadari yang redup pandangannya dan sebaya umurnya.
hāżā mā tụ'adụna liyaumil-ḥisāb
Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari perhitungan.
inna hāżā larizqunā mā lahụ min nafād
Sungguh, inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya.
hāżā, wa inna liṭ-ṭāgīna lasyarra ma`āb
Beginilah keadaan mereka. Dan sungguh, bagi orang-orang yang durhaka pasti disediakan tempat kembali yang buruk,
jahannam, yaṣlaunahā, fa bi`sal-mihād
Yaitu neraka Jahanam yang mereka masuki; maka itulah seburuk-buruk tempat tinggal.
hāżā falyażụqụhu ḥamīmuw wa gassāq
Inilah azab neraka, maka biarlah mereka merasakannya, minuman mereka air yang sangat panas dan air yang sangat dingin,
wa ākharu min syaklihī azwāj
Dan berbagai macam azab yang lain yang serupa itu.
ۗ
hāżā faujum muqtaḥimum ma'akum, lā mar-ḥabam bihim, innahum ṣālun-nār
Dikatakan kepada mereka, “Ini rombongan besar pengikut-pengikutmu yang masuk berdesak-desak bersama kamu ke neraka.” Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka kata pemimpin-pemimpin mereka.
ۗ
qālụ bal antum lā mar-ḥabam bikum, antum qaddamtumụhu lanā, fa bi`sal-qarār
Para pengikut mereka menjawab, “Sebenarnya kamulah yang lebih pan-tas tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk-buruk tempat menetap.”