ulā`ika lahum rizqum ma'lụm
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
Surah ke-37 · 182 ayat · Makkiyah
سورة الصافات
Those who set the ranks
ulā`ika lahum rizqum ma'lụm
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
fawākih, wa hum mukramụn
Yaitu buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan,
fī jannātin na'īm
di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan,
'alā sururim mutaqābilīn
Mereka duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
ۙ
yuṭāfu 'alaihim bika`sim mim ma'īn
Kepada mereka diedarkan gelas yang berisi air dari mata air surga,
baiḍā`a lażżatil lisy-syāribīn
Warnanya putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
lā fīhā gauluw wa lā hum 'an-hā yunzafụn
Tidak ada di dalamnya unsur yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.
ۙ
wa 'indahum qāṣirātuṭ-ṭarfi 'īn
Dan di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang bermata indah, dan membatasi pandangannya,
ka`annahunna baiḍum maknụn
seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.
fa aqbala ba'ḍuhum 'alā ba'ḍiy yatasā`alụn
Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.
qāla qā`ilum min-hum innī kāna lī qarīn
Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu di dunia pernah mempunyai seorang teman,
yaqụlu a innaka laminal-muṣaddiqīn
Yang berkata, “Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan hari berbangkit?
a iżā mitnā wa kunnā turābaw wa 'iẓāman a innā lamadīnụn
Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar akan dibangkitkan untuk diberi pembalasan?”
qāla hal antum muṭṭali'ụn
Dia berkata, “Maukah kamu meninjau temanku itu?”
faṭṭala'a fa ra`āhu fī sawā`il-jaḥīm
Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.
ۙ
qāla tallāhi ing kitta laturdīn
Dia berkata, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku,
walau lā ni'matu rabbī lakuntu minal-muḥḍarīn
Dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret ke neraka.”
a fa mā naḥnu bimayyitīn
Maka apakah kita tidak akan mati?
illā mautatanal-ụlā wa mā naḥnu bimu'ażżabīn
Kecuali kematian kita yang pertama saja di dunia, dan kita tidak akan diazab di akhirat ini?”
inna hāżā lahuwal-fauzul-'aẓīm
Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung.