hāżā yaumul-faṣlillażī kuntum bihī tukażżibụn
Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan.
Surah ke-37 · 182 ayat · Makkiyah
سورة الصافات
Those who set the ranks
hāżā yaumul-faṣlillażī kuntum bihī tukażżibụn
Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan.
ۙ
uḥsyurullażīna ẓalamụ wa azwājahum wa mā kānụ ya'budụn
Diperintahkan kepada malaikat, “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah,
min dụnillāhi fahdụhum ilā ṣirāṭil-jaḥīm
selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.
ۙ
waqifụhum innahum mas`ụlụn
Tahanlah mereka di tempat perhentian, sesungguhnya mereka akan ditanya,
mā lakum lā tanāṣarụn
”Mengapa kamu tidak tolong-menolong?”
bal humul-yauma mustaslimụn
Bahkan mereka pada hari itu menyerah kepada keputusan Allah.
wa aqbala ba'ḍuhum 'alā ba'ḍiy yatasā`alụn
Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling berbantah-bantahan.
qālū innakum kuntum ta`tụnanā 'anil-yamīn
Sesungguhnya pengikut-pengikut mereka berkata kepada pemimpin-pemimpin mereka, “Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan.”
qālụ bal lam takụnụ mu`minīn
Pemimpin-pemimpin mereka menjawab, “Tidak, bahkan kamulah yang tidak mau menjadi orang mukmin,
wa mā kāna lanā 'alaikum min sulṭān, bal kuntum qauman ṭāgīn
sedangkan kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamu menjadi kaum yang melampaui batas.
fa ḥaqqa 'alainā qaulu rabbinā innā lażā`iqụn
Maka pantas putusan azab Tuhan menimpa kita; pasti kita akan merasakan azab itu.
fa agwainākum innā kunnā gāwīn
Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami sendiri, orang-orang yang sesat.”
fa innahum yauma`iżin fil-'ażābi musytarikụn
Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab.
innā każālika naf'alu bil-mujrimīn
Sungguh, demikianlah Kami memperlakukan terhadap orang-orang yang berbuat dosa.
ۙ
innahum kānū iżā qīla lahum lā ilāha illallāhu yastakbirụn
Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “La ilaha illallah” Tidak ada tuhan selain Allah, mereka menyombongkan diri,
ۗ
wa yaqụlụna a innā latārikū ālihatinā lisyā'irim majnụn
dan mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?”
bal jā`a bil-ḥaqqi wa ṣaddaqal-mursalīn
Padahal dia Muhammad datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul sebelumnya.
ۚ
innakum lażā`iqul-'ażābil-alīm
Sungguh, kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
wa mā tujzauna illā mā kuntum ta'malụn
Dan kamu tidak diberi balasan melainkan terhadap apa yang telah kamu kerjakan,
illā 'ibādallāhil-mukhlaṣīn
Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari dosa,