fa sāhama fa kāna minal-mud-ḥaḍīn
Kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.
Surah ke-37 · 182 ayat · Makkiyah
سورة الصافات
Those who set the ranks
fa sāhama fa kāna minal-mud-ḥaḍīn
Kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.
faltaqamahul-ḥụtu wa huwa mulīm
Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.
ۙ
falau lā annahụ kāna minal-musabbiḥīn
Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir bertasbih kepada Allah,
lalabiṡa fī baṭnihī ilā yaumi yub'aṡụn
Niscaya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan.
ۚ
fa nabażnāhu bil-'arā`i wa huwa saqīm
Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit.
wa ambatnā 'alaihi syajaratam miy yaqṭīn
Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu.
wa arsalnāhu ilā mi`ati alfin au yazīdụn
Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih,
fa āmanụ fa matta'nāhum ilā ḥīn
sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.
fastaftihim a lirabbikal-banātu wa lahumul-banụn
Maka tanyakanlah Muhammad kepada mereka orang-orang kafir Mekah, “Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?”
am khalaqnal-malā`ikata ināṡaw wa hum syāhidụn
Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikannya?
alā innahum min ifkihim layaqụlụn
Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan,
waladallāhu wa innahum lakāżibụn
”Allah mempunyai anak.” Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta,
aṣṭafal-banāti 'alal-banīn
Apakah Dia Allah memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?
mā lakum, kaifa taḥkumụn
Mengapa kamu ini? Bagaimana caranya kamu menetapkan?
a fa lā tażakkarụn
Maka mengapa kamu tidak memikirkan?
am lakum sulṭānum mubīn
Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?
fa`tụ bikitābikum ing kuntum ṣādiqīn
Kalau begitu maka bawalah kitabmu jika kamu orang yang benar.
wa ja'alụ bainahụ wa bainal-jinnati nasabā, wa laqad 'alimatil-jinnatu innahum lamuḥḍarụn
Dan mereka mengadakan hubungan nasab keluarga antara Dia Allah dan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret ke neraka,
sub-ḥanallāhi 'ammā yaṣifụn
Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan,
illā 'ibādallāhil-mukhlaṣīn
Kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan dari dosa.