am man ja'alal-arḍa qarāraw wa ja'ala khilālahā an-hāraw wa ja'ala lahā rawāsiya wa ja'ala bainal-baḥraini ḥājizā, a ilāhum ma'allāh, bal akṡaruhum lā ya'lamụn
Bukankah Dia Allah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yang menjadikan gunung-gunung untuk mengokohkannya dan yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain? Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui.
am may yujībul-muḍṭarra iżā da'āhu wa yaksyifus-sū`a wa yaj'alukum khulafā`al-arḍ, a ilāhum ma'allāh, qalīlam mā tażakkarụn
Bukankah Dia Allah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu manusia sebagai khalifah pemimpin di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain? Sedikit sekali nikmat Allah yang kamu ingat.
am may yahdīkum fī ẓulumātil-barri wal-baḥri wa may yursilur-riyāḥa busyram baina yadai raḥmatih, a ilāhum ma'allāh, ta'ālallāhu 'ammā yusyrikụn
Bukankah Dia Allah yang memberi petunjuk kepada kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain? Mahatinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan.
am may yabda`ul-khalqa ṡumma yu'īduhụ wa may yarzuqukum minas-samā`i wal-arḍ, a ilāhum ma'allāh, qul hātụ bur-hānakum ing kuntum ṣādiqīn
Bukankah Dia Allah yang menciptakan makhluk dari permulaannya, kemudian mengulanginya lagi dan yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain? Katakanlah, “Kemukakanlah bukti kebenaranmu, jika kamu orang yang benar.”
qul lā ya'lamu man fis-samāwāti wal-arḍil-gaiba illallāh, wa mā yasy'urụna ayyāna yub'aṡụn
Katakanlah Muhammad, “Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.”
laqad wu'idnā hāżā naḥnu wa ābā`unā ming qablu in hāżā illā asāṭīrul-awwalīn
Sejak dahulu kami telah diberi ancaman dengan ini hari kebangkitan; kami dan nenek moyang kami. Sebenarnya ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.”
innaka lā tusmi'ul-mautā wa lā tusmi'uṣ-ṣummad-du'ā`a iżā wallau mudbirīn
Sungguh, engkau tidak dapat menjadikan orang yang mati dapat mendengar dan tidak pula menjadikan orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka telah berpaling ke belakang.