Surah ke-16 · 128 ayat · Makkiyah

An-Nahl

سورة النحل

The Bee

wallażīna hājarụ fillāhi mim ba'di mā ẓulimụ lanubawwi`annahum fid-dun-yā ḥasanah, wa la`ajrul-ākhirati akbar, lau kānụ ya'lamụn

Dan orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan pahala di akhirat pasti lebih besar, sekiranya mereka mengetahui,

allażīna ṣabarụ wa 'alā rabbihim yatawakkalụn

Yaitu orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.

wa mā arsalnā ming qablika illā rijālan nụḥī ilaihim fas`alū ahlaż-żikri ing kuntum lā ta'lamụn

Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau Muhammad, melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,

bil-bayyināti waz-zubur, wa anzalnā ilaikaż-żikra litubayyina lin-nāsi mā nuzzila ilaihim wa la'allahum yatafakkarụn

Mereka Kami utus dengan membawa keterangan-keterangan mukjizat dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Ad-Dzikr Al-Qur'an kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan,

a fa aminallażīna makarus-sayyi`āti ay yakhsifallāhu bihimul-arḍa au ya`tiyahumul-'ażābu min ḥaiṡu lā yasy'urụn

Maka apakah orang yang membuat tipu daya yang jahat itu, merasa aman dari bencana dibenamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau terhadap datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari,

au ya`khużahum fī taqallubihim fa mā hum bimu'jizīn

Atau Allah mengazab mereka pada waktu mereka dalam perjalanan; sehingga mereka tidak berdaya menolak azab itu,

au ya`khużahum 'alā takhawwuf, fa inna rabbakum lara`ụfur raḥīm

Atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur sampai binasa. Maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang.

a wa lam yarau ilā mā khalaqallāhu min syai`iy yatafayya`u ẓilāluhụ 'anil-yamīni wasy-syamā`ili sujjadal lillāhi wa hum dākhirụn

Dan apakah mereka tidak memperhatikan suatu benda yang diciptakan Allah, bayang-bayangnya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, dalam keadaan sujud kepada Allah, dan mereka bersikap rendah hati.

wa lillāhi yasjudu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi min dābbatiw wal-malā`ikatu wa hum lā yastakbirụn

Dan segala apa yang ada di langit dan di bumi hanya bersujud kepada Allah yaitu semua makhluk bergerak bernyawa dan juga para malaikat, dan mereka malaikat tidak menyombongkan diri.

۩

yakhāfụna rabbahum min fauqihim wa yaf'alụna mā yu`marụn

Mereka takut kepada Tuhan yang berkuasa di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka.

۞

wa qālallāhu lā tattakhiżū ilāhainiṡnaīn, innamā huwa ilāhuw wāḥidun fa iyyāya far-habụn

Dan Allah berfirman, “Janganlah kamu menyembah dua tuhan; hanyalah Dia Tuhan Yang Maha Esa. Maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut.”

wa lahụ mā fis-samāwāti wal-arḍi wa lahud-dīnu wāṣibā, a fa gairallāhi tattaqụn

Dan milik-Nya meliputi segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan kepada-Nyalah ibadah dan ketaatan selama-lamanya. Mengapa kamu takut kepada selain Allah?

wa mā bikum min ni'matin fa minallāhi ṡumma iżā massakumuḍ-ḍurru fa ilaihi taj`arụn

Dan segala nikmat yang ada padamu datangnya dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.

ṡumma iżā kasyafaḍ-ḍurra 'angkum iżā farīqum mingkum birabbihim yusyrikụn

Kemudian apabila Dia telah menghilangkan bencana dari kamu, malah sebagian kamu mempersekutukan Tuhan dengan yang lain.

liyakfurụ bimā ātaināhum, fa tamatta'ụ, fa saufa ta'lamụn

Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka; bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui akibatnya.

wa yaj'alụna limā lā ya'lamụna naṣībam mimmā razaqnāhum, tallāhi latus`alunna 'ammā kuntum taftarụn

Dan mereka menyediakan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka, untuk berhala-berhala yang mereka tidak mengetahui kekuasaannya. Demi Allah, kamu pasti akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan.

wa yaj'alụna lillāhil-banāti sub-ḥānahụ wa lahum mā yasytahụn

Dan mereka menetapkan anak perempuan bagi Allah. Mahasuci Dia, sedang untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai anak laki-laki.

wa iżā busysyira aḥaduhum bil-unṡā ẓalla waj-huhụ muswaddaw wa huwa kaẓīm

Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, wajahnya menjadi hitam merah padam, dan dia sangat marah.

yatawarā minal-qaumi min sū`i mā busysyira bih, a yumsikuhụ 'alā hụnin am yadussuhụ fit-turāb, alā sā`a mā yaḥkumụn

Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah hidup-hidup? Ingatlah alangkah buruknya putusan yang mereka tetapkan itu.

lillażīna lā yu`minụna bil-ākhirati maṡalus-saụ`, walillāhil-maṡalul-a'lā, wa huwal-'azīzul-ḥakīm

Bagi orang-orang yang tidak beriman pada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat Yang Mahatinggi. Dan Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.

← Surah sebelumnya Surah 15
Surah selanjutnya → Surah 17