Surah ke-16 · 128 ayat · Makkiyah

An-Nahl

سورة النحل

The Bee

amwātun gairu aḥyā`, wa mā yasy'urụna ayyāna yub'aṡụn

Berhala-berhala itu benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui kapankah penyembahnya dibangkitkan.

ilāhukum ilāhuw wāḥid, fallażīna lā yu`minụna bil-ākhirati qulụbuhum mungkiratuw wa hum mustakbirụn

Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari keesaan Allah, dan mereka adalah orang yang sombong.

lā jarama annallāha ya'lamu mā yusirrụna wa mā yu'linụn, innahụ lā yuḥibbul-mustakbirīn

Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong.

wa iżā qīla lahum māżā anzala rabbukum qālū asāṭīrul-awwalīn

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Dongeng-dongeng orang dahulu,”

ۗ

liyaḥmilū auzārahum kāmilatay yaumal-qiyāmati wa min auzārillażīna yuḍillụnahum bigairi 'ilm, alā sā`a mā yazirụn

Ucapan mereka menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun bahwa mereka disesatkan. Ingatlah, alangkah buruknya dosa yang mereka pikul itu.

qad makarallażīna ming qablihim fa atallāhu bun-yānahum minal-qawā'idi fa kharra 'alaihimus-saqfu min fauqihim wa atāhumul-'ażābu min ḥaiṡu lā yasy'urụn

Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan tipu daya, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka mulai dari pondasinya, lalu atap rumah itu jatuh menimpa mereka dari atas, dan siksa itu datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari.

ṡumma yaumal-qiyāmati yukhzīhim wa yaqụlu aina syurakā`iyallażīna kuntum tusyāqqụna fīhim, qālallażīna ụtul-'ilma innal-khizyal-yauma was-sū`a 'alal-kāfirīn

Kemudian Allah menghinakan mereka pada hari Kiamat, dan berfirman, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu yang karena membelanya kamu selalu memusuhi mereka nabi-nabi dan orang yang beriman?” Orang-orang yang diberi ilmu berkata, “Sesungguhnya kehinaan dan azab pada hari ini ditimpakan kepada orang yang kafir,”

allażīna tatawaffāhumul-malā`ikatu ẓālimī anfusihim fa alqawus-salama mā kunnā na'malu min sū`, balā innallāha 'alīmum bimā kuntum ta'malụn

Yaitu orang yang dicabut nyawanya oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri sendiri, lalu mereka menyerahkan diri sambil berkata, “Kami tidak pernah mengerjakan sesuatu kejahatan pun.” Malaikat menjawab, “Pernah! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan.”

fadkhulū abwāba jahannama khālidīna fīhā, fa labi`sa maṡwal-mutakabbirīn

Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Pasti itu seburuk-buruk tempat orang yang menyombongkan diri.

۞

wa qīla lillażīnattaqau māżā anzala rabbukum, qālụ khairā, lillażīna aḥsanụ fī hāżihid-dun-yā ḥasanah, wa ladārul-ākhirati khaīr, wa lani'ma dārul-muttaqīn

Dan kemudian dikatakan kepada orang yang bertakwa, “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Kebaikan.” Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat balasan yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik. Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,

ۗ

jannātu 'adniy yadkhulụnahā tajrī min taḥtihal-an-hāru lahum fīhā mā yasyā`ụn, każālika yajzillāhul-muttaqīn

Yaitu surga-surga ‘Adn yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang yang bertakwa,

allażīna tatawaffāhumul-malā`ikatu ṭayyibīna yaqụlụna salāmun 'alaikumudkhulul-jannata bimā kuntum ta'malụn

Yaitu orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka para malaikat mengatakan kepada mereka, “Salamun ‘alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan.”

ۗ

hal yanẓurụna illā an ta`tiyahumul-malā`ikatu au ya`tiya amru rabbik, każālika fa'alallażīna ming qablihim, wa mā ẓalamahumullāhu wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn

Tidak ada yang ditunggu mereka orang kafir selain datangnya para malaikat kepada mereka atau datangnya perintah Tuhanmu. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang kafir sebelum mereka. Allah tidak menzalimi mereka, justru merekalah yang selalu menzalimi diri mereka sendiri.

fa aṣābahum sayyi`ātu mā 'amilụ wa ḥāqa bihim mā kānụ bihī yastahzi`ụn

Maka mereka ditimpa azab akibat perbuatan mereka dan diliputi oleh azab yang dulu selalu mereka perolok-olokkan.

ۗ

wa qālallażīna asyrakụ lau syā`allāhu mā 'abadnā min dụnihī min syai`in naḥnu wa lā ābā`unā wa lā ḥarramnā min dụnihī min syaī`, każālika fa'alallażīna ming qablihim, fa hal 'alar-rusuli illal-balāgul-mubīn

Dan orang musyrik berkata, “Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak pula kami mengharamkan sesuatu pun tanpa izin-Nya.” Demikianlah yang diperbuat oleh orang sebelum mereka. Bukankah kewajiban para rasul hanya menyampaikan amanat Allah dengan jelas.

ۗ

wa laqad ba'aṡnā fī kulli ummatir rasụlan ani'budullāha wajtanibuṭ-ṭāgụt, fa min-hum man hadallāhu wa min-hum man ḥaqqat 'alaihiḍ-ḍalālah, fa sīrụ fil-arḍi fanẓurụ kaifa kāna 'āqibatul-mukażżibīn

Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat untuk menyerukan, “Sembahlah Allah, dan jauhilah tagut”, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan rasul-rasul.

in taḥriṣ 'alā hudāhum fa innallāha lā yahdī may yuḍillu wa mā lahum min nāṣirīn

Jika engkau Muhammad sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan mereka tidak mempunyai penolong.

wa aqsamụ billāhi jahda aimānihim lā yab'aṡullāhu may yamụt, balā wa'dan 'alaihi ḥaqqaw wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya'lamụn

Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh, “Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.” Tidak demikian pasti Allah akan membangkitkannya, sebagai suatu janji yang benar dari-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

liyubayyina lahumullażī yakhtalifụna fīhi wa liya'lamallażīna kafarū annahum kānụ kāżibīn

agar Dia menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, dan agar orang kafir itu mengetahui bahwa mereka adalah orang yang berdusta.

innamā qaulunā lisyai`in iżā aradnāhu an naqụla lahụ kun fa yakụn

Sesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.

← Surah sebelumnya Surah 15
Surah selanjutnya → Surah 17