qāla hāżā ṣirāṭun 'alayya mustaqīm
Dia Allah berfirman, “Ini adalah jalan yang lurus menuju kepada-Ku.”
Surah ke-15 · 99 ayat · Makkiyah
سورة الحجر
Stoneland, Rock city, Al-Hijr valley
qāla hāżā ṣirāṭun 'alayya mustaqīm
Dia Allah berfirman, “Ini adalah jalan yang lurus menuju kepada-Ku.”
inna 'ibādī laisa laka 'alaihim sulṭānun illā manittaba'aka minal-gāwīn
Sesungguhnya kamu Iblis tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat.
wa inna jahannama lamau'iduhum ajma'īn
Dan sungguh, Jahanam itu benar-benar tempat yang telah dijanjikan untuk mereka pengikut setan semuanya.
lahā sab'atu abwāb, likulli bābim min-hum juz`um maqsụm
Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu telah ditetapkan untuk golongan tertentu dari mereka.
innal-muttaqīna fī jannātiw wa 'uyụn
Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga taman-taman, dan di dekat mata air yang mengalir.
udkhulụhā bisalāmin āminīn
Allah berfirman, “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman.”
wa naza'nā mā fī ṣudụrihim min gillin ikhwānan 'alā sururim mutaqābilīn
Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
lā yamassuhum fīhā naṣabuw wa mā hum min-hā bimukhrajīn
Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya.
۞
nabbi` 'ibādī annī anal-gafụrur-raḥīm
Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang,
wa anna 'ażābī huwal-'ażābul-alīm
dan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.
wa nabbi`hum 'an ḍaifi ibrāhīm
Dan kabarkanlah Muhammad kepada mereka tentang tamu Ibrahim malaikat.
iż dakhalụ 'alaihi fa qālụ salāmā, qāla innā mingkum wajilụn
Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, “Salam.” Dia Ibrahim berkata, “Kami benar-benar merasa takut kepadamu.”
qālụ lā taujal innā nubasysyiruka bigulāmin 'alīm
Mereka berkata, “Janganlah engkau merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan kelahiran seorang anak laki-laki yang akan menjadi orang yang pandai Ishak.”
qāla a basysyartumụnī 'alā am massaniyal-kibaru fa bima tubasysyirụn
Dia Ibrahim berkata, “Benarkah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, lalu dengan cara bagaimana kamu memberi kabar gembira tersebut?”
qālụ basysyarnāka bil-ḥaqqi fa lā takum minal-qāniṭīn
Mereka menjawab, “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa.”
qāla wa may yaqnaṭu mir raḥmati rabbihī illaḍ-ḍāllụn
Dia Ibrahim berkata, “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat.”
qāla fa mā khaṭbukum ayyuhal-mursalụn
Dia Ibrahim berkata, “Apakah urusanmu yang penting, wahai para utusan?”
qālū innā ursilnā ilā qaumim mujrimīn
Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa,
illā āla lụṭ, innā lamunajjụhum ajma'īn
kecuali para pengikut Lut. Sesungguhnya kami pasti menyelamatkan mereka semuanya,
illamra`atahụ qaddarnā innahā laminal-gābirīn
Kecuali istrinya, kami telah menentukan, bahwa dia termasuk orang yang tertinggal bersama orang kafir lainnya.”