Surah ke-10 · 109 ayat · Makkiyah

Yunus

سورة يونس

Jonah

wa mā takụnu fī sya`niw wa mā tatlụ min-hu ming qur`āniw wa lā ta'malụna min 'amalin illā kunnā 'alaikum syuhụdan iż tufīḍụna fīh, wa mā ya'zubu 'ar rabbika mim miṡqāli żarratin fil-arḍi wa lā fis-samā`i wa lā aṣgara min żālika wa lā akbara illā fī kitābim mubīn

Dan tidakkah engkau Muhammad berada dalam suatu urusan, dan tidak membaca suatu ayat Al-Qur'an serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah, baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata Lauh Mahfuzh.

alā inna auliyā`allāhi lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn

Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

allażīna āmanụ wa kānụ yattaqụn

Yaitu orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.

lahumul-busyrā fil-ḥayātid-dun-yā wa fil-ākhirah, lā tabdīla likalimātillāh, żālika huwal-fauzul-'aẓīm

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung.

wa lā yaḥzungka qauluhum, innal-'izzata lillāhi jamī'ā, huwas-samī'ul-'alīm

Dan janganlah engkau Muhammad sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

alā inna lillāhi man fis-samāwāti wa man fil-arḍ, wa mā yattabi'ullażīna yad'ụna min dụnillāhi syurakā`, iy yattabi'ụna illaẓ-ẓanna wa in hum illā yakhruṣụn

Ingatlah, milik Allah meliputi siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti suatu keyakinan. Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.

huwallażī ja'ala lakumul-laila litaskunụ fīhi wan-nahāra mubṣirā, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yasma'ụn

Dialah yang menjadikan malam bagimu agar kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang. Sungguh, yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mendengar.

ۗ ۗ

qāluttakhażallāhu waladan sub-ḥānah, huwal-ganiyy, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, in 'indakum min sulṭānim bihāżā, a taqụlụna 'alallāhi mā lā ta'lamụn

Mereka orang-orang Yahudi dan Nasrani berkata, “Allah mempunyai anak.” Mahasuci Dia, Dialah Yang Mahakaya; milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai alasan kuat tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan tentang Allah apa yang kamu tidak ketahui?

qul innallażīna yaftarụna 'alallāhil-każiba lā yufliḥụn

Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.”

matā'un fid-dun-yā ṡumma ilainā marji'uhum ṡumma nużīquhumul-'ażābasy-syadīda bimā kānụ yakfurụn

Bagi mereka kesenangan sesaat ketika di dunia, selanjutnya kepada Kamilah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka azab yang berat, karena kekafiran mereka.

۞

watlu 'alaihim naba`a nụḥ, iż qāla liqaumihī yā qaumi ing kāna kabura 'alaikum maqāmī wa tażkīrī bi`āyātillāhi fa 'alallāhi tawakkaltu fa ajmi'ū amrakum wa syurakā`akum ṡumma lā yakun amrukum 'alaikum gummatan ṡummaqḍū ilayya wa lā tunẓirụn

Dan bacakanlah kepada mereka berita penting tentang Nuh ketika dia berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Jika terasa berat bagimu aku tinggal bersamamu dan peringatanku dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah aku bertawakal. Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu untuk membinasakanku, dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu tunda lagi.

fa in tawallaitum fa mā sa`altukum min ajr, in ajriya illā 'alallāhi wa umirtu an akụna minal-muslimīn

Maka jika kamu berpaling dari peringatanku, aku tidak meminta imbalan sedikit pun darimu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Allah, dan aku diperintah agar aku termasuk golongan orang-orang Muslim berserah diri.”

fa każżabụhu fa najjaināhu wa mam ma'ahụ fil-fulki wa ja'alnāhum khalā`ifa wa agraqnallażīna każżabụ bi`āyātinā, fanẓur kaifa kāna 'āqibatul-munżarīn

Kemudian mereka mendustakannya Nuh, lalu Kami selamatkan dia dan orang yang bersamanya di dalam kapal, dan Kami jadikan mereka itu khalifah dan Kami tenggelamkan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.

ۗ

ṡumma ba'aṡnā mim ba'dihī rusulan ilā qaumihim fa jā`ụhum bil-bayyināti fa mā kānụ liyu`minụ bimā każżabụ bihī ming qabl, każālika naṭba'u 'alā qulụbil-mu'tadīn

Kemudian setelahnya Nuh, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka masing-masing, maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan yang jelas, tetapi mereka tidak mau beriman karena mereka dahulu telah biasa mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci hati orang-orang yang melampaui batas.

ṡumma ba'aṡnā mim ba'dihim mụsā wa hārụna ilā fir'auna wa mala`ihī bi`āyātinā fastakbarụ wa kānụ qaumam mujrimīn

Kemudian setelah mereka, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir‘aun dan para pemuka kaumnya, dengan membawa tanda-tanda kekuasaan Kami. Ternyata mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.

fa lammā jā`ahumul-ḥaqqu min 'indinā qālū inna hāżā lasiḥrum mubīn

Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, “Ini benar-benar sihir yang nyata.”

ۗ

qāla mụsā a taqụlụna lil-ḥaqqi lammā jā`akum, a siḥrun hāżā, wa lā yufliḥus-sāḥirụn

Musa berkata, “Pantaskah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu, ‘sihirkah ini?’ Padahal para pesihir itu tidaklah mendapat kemenangan.”

qālū a ji`tanā litalfitanā 'ammā wajadnā 'alaihi ābā`anā wa takụna lakumal-kibriyā`u fil-arḍ, wa mā naḥnu lakumā bimu`minīn

Mereka berkata, “Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa kepercayaan yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya menyembah berhala, dan agar kamu berdua mempunyai kekuasaan di bumi negeri Mesir? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua.”

wa qāla fir'aunu`tụnī bikulli sāḥirin 'alīm

Dan Fir‘aun berkata kepada pemuka kaumnya, “Datangkanlah kepadaku semua pesihir yang ulung!”

fa lammā jā`as-saḥaratu qāla lahum mụsā alqụ mā antum mulqụn

Maka ketika para pesihir itu datang, Musa berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan!”

← Surah sebelumnya Surah 9
Surah selanjutnya → Surah 11