Surah ke-7 · 206 ayat · Makkiyah

Al-Araf

سورة الأعراف

The heights

wa mim man khalaqnā ummatuy yahdụna bil-ḥaqqi wa bihī ya'dilụn

Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan dasar kebenaran, dan dengan itu pula mereka berlaku adil.

wallażīna każżabụ bi`āyātinā sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya'lamụn

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur ke arah kebinasaan, dengan cara yang tidak mereka ketahui.

wa umlī lahum, inna kaidī matīn

Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh.

a wa lam yatafakkarụ mā biṣāḥibihim min jinnah, in huwa illā nażīrum mubīn

Dan apakah mereka tidak merenungkan bahwa teman mereka Muhammad tidak gila. Dia Muhammad tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.

a wa lam yanẓurụ fī malakụtis-samāwāti wal-arḍi wa mā khalaqallāhu min syai`iw wa an 'asā ay yakụna qadiqtaraba ajaluhum fa bi`ayyi ḥadīṡim ba'dahụ yu`minụn

Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya waktu kebinasaan mereka? Lalu berita mana lagi setelah ini yang akan mereka percayai?

may yuḍlilillāhu fa lā hādiya lahụ wa yażaruhum fī ṭugyānihim ya'mahụn

Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan.

yas`alụnaka 'anis-sā'ati ayyāna mursāhā, qul innamā 'ilmuhā 'inda rabbī, lā yujallīhā liwaqtihā illā huw, ṡaqulat fis-samāwāti wal-arḍ, lā ta`tīkum illā bagtah, yas`alụnaka ka`annaka ḥafiyyun 'an-hā, qul innamā 'ilmuhā 'indallāhi wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya'lamụn

Mereka menanyakan kepadamu Muhammad tentang Kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. Kiamat itu sangat berat huru-haranya bagi makhluk yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah Muhammad, “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

qul lā amliku linafsī naf'aw wa lā ḍarran illā mā syā`allāh, walau kuntu a'lamul-gaiba lastakṡartu minal-khaīr, wa mā massaniyas-sū`u in ana illā nażīruw wa basyīrul liqaumiy yu`minụn

Katakanlah Muhammad, “Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

۞

huwallażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa ja'ala min-hā zaujahā liyaskuna ilaihā, fa lammā tagasysyāhā ḥamalat ḥamlan khafīfan fa marrat bih, fa lammā aṡqalad da'awallāha rabbahumā la`in ātaitanā ṣāliḥal lanakụnanna minasy-syākirīn

Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu Adam dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan beberapa waktu. Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya suami istri bermohon kepada Allah, Tuhan Mereka seraya berkata, “Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur.”

fa lammā ātāhumā ṣāliḥan ja'alā lahụ syurakā`a fīmā ātāhumā, fa ta'ālallāhu 'ammā yusyrikụn

Maka setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

a yusyrikụna mā lā yakhluqu syai`aw wa hum yukhlaqụn

Mengapa mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun? Padahal berhala itu sendiri diciptakan.

wa lā yastaṭī'ụna lahum naṣraw wa lā anfusahum yanṣurụn

Dan berhala itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat memberi pertolongan.

wa in tad'ụhum ilal-hudā lā yattabi'ụkum, sawā`un 'alaikum a da'autumụhum am antum ṣāmitụn

Dan jika kamu wahai orang-orang musyrik menyerunya berhala-berhala untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja hasilnya buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri.

innallażīna tad'ụna min dụnillāhi 'ibādun amṡālukum fad'ụhum falyastajībụ lakum ing kuntum ṣādiqīn

Sesungguhnya mereka berhala-berhala yang kamu seru selain Allah adalah makhluk yang lemah yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu orang yang benar.

ۖ ۖ ۖ

a lahum arjuluy yamsyụna bihā am lahum aidiy yabṭisyụna bihā am lahum a'yunuy yubṣirụna bihā am lahum āżānuy yasma'ụna bihā, qulid'ụ syurakā`akum ṡumma kīdụni fa lā tunẓirụn

Apakah mereka berhala-berhala mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah Muhammad, “Panggillah berhala-berhalamu yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya untuk mencelakakanku, dan jangan kamu tunda lagi.

َۧ

inna waliyyiyallāhullażī nazzalal-kitāba wa huwa yatawallaṣ-ṣāliḥīn

Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab Al-Qur'an. Dia melindungi orang-orang saleh.

wallażīna tad'ụna min dụnihī lā yastaṭī'ụna naṣrakum wa lā anfusahum yanṣurụn

Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.”

wa in tad'ụhum ilal-hudā lā yasma'ụ, wa tarāhum yanẓurụna ilaika wa hum lā yubṣirụn

Dan jika kamu menyeru mereka berhala-berhala untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Dan kamu lihat mereka memandangmu padahal mereka tidak melihat.

khużil-'afwa wa`mur bil-'urfi wa a'riḍ 'anil-jāhilīn

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.

wa immā yanzagannaka minasy-syaiṭāni nazgun fasta'iż billāh, innahụ samī'un 'alīm

Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

← Surah sebelumnya Surah 6
Surah selanjutnya → Surah 8