ۚ
ḥā mīm
Ha Mim
Surah ke-40 · 85 ayat · Makkiyah
سورة غافر
The Forgiver
ۚ
ḥā mīm
Ha Mim
tanzīlul-kitābi minallāhil-'azīzil-'alīm
Kitab ini Al-Qur'an diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui,
gāfiriż-żambi wa qābilit-taubi syadīdil-'iqābi żiṭ-ṭaụl, lā ilāha illā huw, ilaihil-maṣīr
Yang mengampuni dosa dan menerima tobat dan keras hukuman-Nya; yang memiliki karunia. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nyalah semua makhluk kembali.
mā yujādilu fī āyātillāhi illallażīna kafarụ fa lā yagrurka taqallubuhum fil-bilād
Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah engkau Muhammad tertipu oleh keberhasilan usaha mereka di seluruh negeri.
każżabat qablahum qaumu nụḥiw wal-aḥzābu mim ba'dihim wa hammat kullu ummatim birasụlihim liya`khużụhu wa jādalụ bil-bāṭili liyud-ḥiḍụ bihil-ḥaqqa fa akhażtuhum, fa kaifa kāna 'iqāb
Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka telah mendustakan rasul dan setiap umat telah merencanakan tipu daya terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan alasan yang batil untuk melenyapkan kebenaran; karena itu Aku tawan mereka dengan azab. Maka betapa pedihnya azab-Ku?
wa każālika ḥaqqat kalimatu rabbika 'alallażīna kafarū annahum aṣ-ḥābun-nār
Dan demikianlah telah pasti berlaku ketetapan Tuhanmu terhadap orang-orang kafir, yaitu sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka.
allażīna yaḥmilụnal-'arsya wa man ḥaulahụ yusabbiḥụna biḥamdi rabbihim wa yu`minụna bihī wa yastagfirụna lillażīna āmanụ, rabbanā wasi'ta kulla syai`ir raḥmataw wa 'ilman fagfir lillażīna tābụ wattaba'ụ sabīlaka wa qihim 'ażābal-jaḥīm
Malaikat-malaikat yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman seraya berkata, “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan agama-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala.
rabbanā wa adkhil-hum jannāti 'adninillatī wa'attahum wa man ṣalaḥa min ābā`ihim wa azwājihim wa żurriyyātihim, innaka antal-'azīzul-ḥakīm
Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana,
wa qihimus-sayyi`āt, wa man taqis-sayyi`āti yauma`iżin fa qad raḥimtah, wa żālika huwal-fauzul-'aẓīm
Dan peliharalah mereka dari bencana kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari bencana kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung.”
innallażīna kafarụ yunādauna lamaqtullāhi akbaru mim maqtikum anfusakum iż tud'auna ilal-īmāni fa takfurụn
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, kepada mereka pada hari Kiamat diserukan, “Sungguh, kebencian Allah kepadamu jauh lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri, ketika kamu diseru untuk beriman lalu kamu mengingkarinya.”
qālụ rabbanā amattanaṡnataini wa aḥyaitanaṡnataini fa'tarafnā biżunụbinā fa hal ilā khurụjim min sabīl
Mereka menjawab, “Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali pula, lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan bagi kami untuk keluar dari neraka?”
żālikum bi`annahū iżā du'iyallāhu waḥdahụ kafartum, wa iy yusyrak bihī tu`minụ, fal-ḥukmu lillāhil-'aliyyil-kabīr
Yang demikian itu karena sesungguhnya kamu mengingkari apabila diseru untuk menyembah Allah saja. Dan jika Allah dipersekutukan, kamu percaya. Maka keputusan sekarang ini adalah pada Allah Yang Mahatinggi, Mahabesar.
huwallażī yurīkum āyātihī wa yunazzilu lakum minas-samā`i rizqā, wa mā yatażakkaru illā may yunīb
Dialah yang memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepadamu dan menurunkan rezeki dari langit untukmu. Dan tidak lain yang mendapat pelajaran hanyalah orang-orang yang kembali kepada Allah.
fad'ullāha mukhliṣīna lahud-dīna walau karihal-kāfirụn
Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.
rafī'ud-darajāti żul-'arsy, yulqir-rụḥa min amrihī 'alā may yasyā`u min 'ibādihī liyunżira yaumat-talāq
Dialah Yang Mahatinggi derajat-Nya, yang memiliki ’Arsy, yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar memperingatkan manusia tentang hari pertemuan hari Kiamat,
ۚ ۗ
yauma hum bārizụn, lā yakhfā 'alallāhi min-hum syaī`, limanil-mulkul-yaụm, lillāhil-wāḥidil-qahhār
Yaitu pada hari ketika mereka keluar dari kubur; tidak sesuatu pun keadaan mereka yang tersembunyi di sisi Allah. Lalu Allah berfirman, “Milik siapakah kerajaan pada hari ini?” Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan.
ۗ
al-yauma tujzā kullu nafsim bimā kasabat, lā ẓulmal-yaụm, innallāha sarī'ul-ḥisāb
Pada hari ini setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
ەۗ
wa anżir-hum yaumal-āzifati iżil-qulụbu ladal-ḥanājiri kāẓimīn, mā liẓ-ẓālimīna min ḥamīmiw wa lā syafī'iy yuṭā'
Dan berilah mereka peringatan akan hari yang semakin dekat hari Kiamat, yaitu ketika hati menyesak sampai di kerongkongan karena menahan kesedihan. Tidak ada seorang pun teman setia bagi orang yang zalim dan tidak ada baginya seorang penolong yang diterima pertolongannya.
ya'lamu khā`inatal-a'yuni wa mā tukhfiṣ-ṣudụr
Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada.
wallāhu yaqḍī bil-ḥaqq, wallażīna yad'ụna min dụnihī lā yaqḍụna bisyaī`, innallāha huwas-samī'ul-baṣīr
Dan Allah memutuskan dengan kebenaran. Sedang mereka yang disembah selain-Nya tidak mampu memutuskan dengan sesuatu apa pun. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.