Surah ke-25 · 77 ayat · Makkiyah

Al-Furqan

سورة الفرقان

The Standard

wa iżā ra`auka iy yattakhiżụnaka illā huzuwā, a hāżallażī ba'aṡallāhu rasụlā

Dan apabila mereka melihat engkau Muhammad, mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan dengan mengatakan, “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?

ing kāda layuḍillunā 'an ālihatinā lau lā an ṣabarnā 'alaihā, wa saufa ya'lamụna ḥīna yaraunal-'ażāba man aḍallu sabīlā

Sungguh, hampir saja dia menyesatkan kita dari sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bertahan menyembahnya.” Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.

ۙ

a ra`aita manittakhaża ilāhahụ hawāh, a fa anta takụnu 'alaihi wakīlā

Sudahkah engkau Muhammad melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?

am taḥsabu anna akṡarahum yasma'ụna au ya'qilụn, in hum illā kal-an'āmi bal hum aḍallu sabīlā

Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya.

ۙ

a lam tara ilā rabbika kaifa maddaẓ-ẓill, walau syā`a laja'alahụ sākinā, ṡumma ja'alnasy-syamsa 'alaihi dalīlā

Tidakkah engkau memperhatikan penciptaan Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan dan memendekkan bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia jadikannya bayang-bayang itu tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk,

ṡumma qabaḍnāhu ilainā qabḍay yasīrā

Kemudian Kami menariknya bayang-bayang itu kepada Kami sedikit demi sedikit.

wa huwallażī ja'ala lakumul-laila libāsaw wan-nauma subātaw wa ja'alan-nahāra nusyụrā

Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu sebagai pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha.

ۙ

wa huwallażī arsalar-riyāḥa busyram baina yadai raḥmatih, wa anzalnā minas-samā`i mā`an ṭahụrā

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya hujan; dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih,

َۧ

linuḥyiya bihī baldatam maitaw wa nusqiyahụ mimmā khalaqnā an'āmaw wa anāsiyya kaṡīrā

Agar dengan air itu Kami menghidupkan negeri yang mati tandus, dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, berupa hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak.

wa laqad ṣarrafnāhu bainahum liyażżakkarụ fa abā akṡarun-nāsi illā kufụrā

Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau bersyukur, bahkan mereka mengingkari nikmat.

ۖ

walau syi`nā laba'aṡnā fī kulli qaryatin nażīrā

Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami utus seorang pemberi peringatan pada setiap negeri.

fa lā tuṭi'il kāfirīna wa jāhid-hum bihī jihādang kabīrā

Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya Al-Qur'an dengan semangat perjuangan yang besar.

۞

wa huwallażī marajal-baḥraini hāżā 'ażbun furātuw wa hāżā mil-ḥun ujāj, wa ja'ala bainahumā barzakhaw wa ḥijram maḥjụrā

Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir berdampingan; yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.

wa huwallażī khalaqa minal-mā`i basyaran fa ja'alahụ nasabaw wa ṣihrā, wa kāna rabbuka qadīrā

Dan Dia pula yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu mempunyai keturunan dan musaharah dan Tuhanmu adalah Mahakuasa.

wa ya'budụna min dụnillāhi mā lā yanfa'uhum wa lā yaḍurruhum, wa kānal-kāfiru 'alā rabbihī ẓahīrā

Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak pula mendatangkan bencana kepada mereka. Orang-orang kafir adalah penolong setan untuk berbuat durhaka terhadap Tuhannya.

wa mā arsalnāka illā mubasysyiraw wa nażīrā

Dan tidaklah Kami mengutus engkau Muhammad melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.

qul mā as`alukum 'alaihi min ajrin illā man syā`a ay yattakhiża ilā rabbihī sabīlā

Katakanlah, “Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan mengharapkan agar orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.”

ۚ

wa tawakkal 'alal-ḥayyillażī lā yamụtu wa sabbiḥ biḥamdih, wa kafā bihī biżunụbi 'ibādihī khabīrā

Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya,

allażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā fī sittati ayyāmin ṡummastawā 'alal-'arsy, ar-raḥmānu fas`al bihī khabīrā

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, Dialah Yang Maha Pengasih, maka tanyakanlah tentang Allah kepada orang yang lebih mengetahui Muhammad.

۩

wa iżā qīla lahumusjudụ lir-raḥmāni qālụ wa mar-raḥmānu a nasjudu limā ta`murunā wa zādahum nufụrā

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih”, mereka menjawab, “Siapakah yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus sujud kepada Allah yang engkau Muhammad perintahkan kepada kami bersujud kepada-Nya?” Dan mereka makin jauh lari dari kebenaran.

← Surah sebelumnya Surah 24
Surah selanjutnya → Surah 26