allażīna im makkannāhum fil-arḍi aqāmuṣ-ṣalāta wa ātawuz-zakāta wa amarụ bil-ma'rụfi wa nahau 'anil-mungkar, wa lillāhi 'āqibatul-umụr
Yaitu orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.
wa iy yukażżibụka fa qad każżabat qablahum qaumu nụḥiw wa 'āduw wa ṡamụd
Dan jika mereka orang-orang musyrik mendustakan engkau Muhammad, begitu pulalah kaum-kaum yang sebelum mereka, kaum Nuh, ‘Ad, dan Samud juga telah mendustakan rasul-rasul-Nya,
wa aṣ-ḥābu madyan, wa kużżiba mụsā fa amlaitu lil-kāfirīna ṡumma akhażtuhum, fa kaifa kāna nakīr
Dan penduduk Madyan. Dan Musa juga telah didustakan, namun Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir, kemudian Aku siksa mereka, maka betapa hebatnya siksaan-Ku.
fa ka`ayyim ming qaryatin ahlaknāhā wa hiya ẓālimatun fa hiya khāwiyatun 'alā 'urụsyihā wa bi`rim mu'aṭṭalatiw wa qaṣrim masyīd
Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena penduduknya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya dan betapa banyak pula sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi ti-dak ada penghuninya.
a fa lam yasīrụ fil-arḍi fa takụna lahum qulụbuy ya'qilụna bihā au āżānuy yasma'ụna bihā, fa innahā lā ta'mal-abṣāru wa lākin ta'mal-qulụbullatī fiṣ-ṣudụr
Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati akal mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.
wa yasta'jilụnaka bil-'ażābi wa lay yukhlifallāhu wa'dah, wa inna yauman 'inda rabbika ka`alfi sanatim mimmā ta'uddụn
Dan mereka meminta kepadamu Muhammad agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.
wa ka`ayyim ming qaryatin amlaitu lahā wa hiya ẓālimatun ṡumma akhażtuhā, wa ilayyal-maṣīr
Dan berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan penghancurannya, karena penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah tempat kembali segala sesuatu.
Tetapi orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami dengan maksud melemahkan kemauan untuk beriman, mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka Jahim.
wa mā arsalnā ming qablika mir rasụliw wa lā nabiyyin illā iżā tamannā alqasy-syaiṭānu fī umniyyatih, fa yansakhullāhu mā yulqisy-syaiṭānu ṡumma yuḥkimullāhu āyātih, wallāhu 'alīmun ḥakīm
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak pula seorang nabi sebelum engkau Muhammad, mela-inkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu, dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana,
Dia Allah ingin menjadikan godaan yang ditimbulkan setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang yang berhati keras. Dan orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permu-suhan yang jauh,
wa liya'lamallażīna ụtul-'ilma annahul-ḥaqqu mir rabbika fa yu`minụ bihī fa tukhbita lahụ qulụbuhum, wa innallāha lahādillażīna āmanū ilā ṣirāṭim mustaqīm
Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwa Al-Qur'an itu benar dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sungguh, Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.
wa lā yazālullażīna kafarụ fī miryatim min-hu ḥattā ta`tiyahumus-sā'atu bagtatan au ya`tiyahum 'ażābu yaumin 'aqīm
Dan orang-orang kafir itu senantiasa ragu mengenai hal itu Al-Qur'an, hingga saat kematiannya datang kepada mereka dengan tiba-tiba, atau azab hari Kiamat yang datang kepada mereka.
Kekuasaan pada hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di an-tara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan berada dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.
wallażīna hājarụ fī sabīlillāhi ṡumma qutilū au mātụ layarzuqannahumullāhu rizqan ḥasanā, wa innallāha lahuwa khairur-rāziqīn
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik surga. Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik.
żālika wa man 'āqaba bimiṡli mā 'ụqiba bihī ṡumma bugiya 'alaihi layanṣurannahullāh, innallāha la'afuwwun gafụr
Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan kezaliman penganiayaan yang pernah dia derita kemudian dia dizalimi lagi, pasti Allah akan menolongnya. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.