fa aradnā ay yubdilahumā rabbuhumā khairam min-hu zakātaw wa aqraba ruḥmā
Kemudian kami menghendaki, sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan seorang anak lain yang lebih baik kesuciannya daripada anak itu dan lebih sayang kepada ibu bapaknya.
Surah ke-18 · 110 ayat · Makkiyah
سورة الكهف
The cave
fa aradnā ay yubdilahumā rabbuhumā khairam min-hu zakātaw wa aqraba ruḥmā
Kemudian kami menghendaki, sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan seorang anak lain yang lebih baik kesuciannya daripada anak itu dan lebih sayang kepada ibu bapaknya.
wa ammal-jidāru fa kāna ligulāmaini yatīmaini fil-madīnati wa kāna taḥtahụ kanzul lahumā wa kāna abụhumā ṣāliḥā, fa arāda rabbuka ay yablugā asyuddahumā wa yastakhrijā kanzahumā raḥmatam mir rabbik, wa mā fa'altuhụ 'an amrī, żālika ta`wīlu mā lam tasṭi' 'alaihi ṣabrā
. Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang saleh. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya.”
ۗ
wa yas`alụnaka 'an żil-qarnaīn, qul sa`atlụ 'alaikum min-hu żikrā
Dan mereka bertanya kepadamu Muhammad tentang Zulkarnain. Katakanlah, “Akan kubacakan kepadamu kisahnya.”
ۙ
innā makkannā lahụ fil-arḍi wa ātaināhu ming kulli syai`in sababā
Sungguh, Kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi, dan Kami telah memberikan jalan kepadanya untuk mencapai segala sesuatu,
fa atba'a sababā
maka dia pun menempuh suatu jalan.
ەۗ
ḥattā iżā balaga magribasy-syamsi wajadahā tagrubu fī 'ainin ḥami`atiw wa wajada 'indahā qaumā, qulnā yā żal-qarnaini immā an tu'ażżiba wa immā an tattakhiża fīhim ḥusnā
Hingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam, dia melihatnya matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di sana ditemukannya suatu kaum tidak beragama. Kami berfirman, “Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan mengajak beriman kepada mereka.”
qāla ammā man ẓalama fa saufa nu'ażżibuhụ ṡumma yuraddu ilā rabbihī fa yu'ażżibuhụ 'ażāban nukrā
Dia Zulkarnain berkata, “Barangsiapa berbuat zalim, kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras.
ۗ
wa ammā man āmana wa 'amila ṣāliḥan fa lahụ jazā`anil-ḥusnā, wa sanaqụlu lahụ min amrinā yusrā
Adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah-mudah.”
ṡumma atba'a sababā
Kemudian dia menempuh suatu jalan yang lain.
ۙ
ḥattā iżā balaga maṭli'asy-syamsi wajadahā taṭlu'u 'alā qaumil lam naj'al lahum min dụnihā sitrā
Hingga ketika dia sampai di tempat terbit matahari sebelah timur didapatinya matahari bersinar di atas suatu kaum yang tidak Kami buatkan suatu pelindung bagi mereka dari cahaya matahari itu,
każālik, wa qad aḥaṭnā bimā ladaihi khubrā
Demikianlah, dan sesungguhnya Kami mengetahui segala sesuatu yang ada padanya Zulkarnain.
ṡumma atba'a sababā
Kemudian dia menempuh suatu jalan yang lain lagi.
ḥattā iżā balaga bainas-saddaini wajada min dụnihimā qaumal lā yakādụna yafqahụna qaulā
Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, didapatinya di belakang kedua gunung itu suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan.
qālụ yā żal-qarnaini inna ya`jụja wa ma`jụja mufsidụna fil-arḍi fa hal naj'alu laka kharjan 'alā an taj'ala bainanā wa bainahum saddā
Mereka berkata, “Wahai Zulkarnain! Sungguh, Yakjuj dan Makjuj itu makhluk yang berbuat kerusakan di bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?”
ۙ
qāla mā makkannī fīhi rabbī khairun fa a'īnụnī biquwwatin aj'al bainakum wa bainahum radmā
Dia Zulkarnain berkata, “Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku lebih baik daripada imbalanmu, maka bantulah aku dengan kekuatan, agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka.
ۗ
ātụnī zubaral-ḥadīd, ḥattā iżā sāwā bainaṣ-ṣadafaini qālanfukhụ, ḥattā iżā ja'alahụ nārang qāla ātụnī ufrig 'alaihi qiṭrā
Berilah aku potongan-potongan besi!” Hingga ketika potongan besi itu telah terpasang sama rata dengan kedua puncak gunung itu, dia Zulkarnain berkata, “Tiuplah api itu!” Ketika besi itu sudah menjadi merah seperti api, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga yang mendidih agar kutuangkan ke atasnya besi panas itu.”
fa masṭā'ū ay yaẓ-harụhu wa mastaṭā'ụ lahụ naqbā
Maka mereka Yakjuj dan Makjuj tidak dapat mendakinya dan tidak dapat pula melubanginya.
ۗ
qāla hāżā raḥmatum mir rabbī, fa iżā jā`a wa'du rabbī ja'alahụ dakkā`, wa kāna wa'du rabbī ḥaqqā
Dia Zulkarnain berkata, “Dinding ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila janji Tuhanku sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya; dan janji Tuhanku itu benar.”
۞ ۙ
wa taraknā ba'ḍahum yauma`iżiy yamụju fī ba'ḍiw wa nufikha fiṣ-ṣụri fa jama'nāhum jam'ā
Dan pada hari itu Kami biarkan mereka Yakjuj dan Makjuj berbaur antara satu dengan yang lain, dan apabila sangkakala ditiup lagi, akan Kami kumpulkan mereka semuanya.
ۙ
wa 'araḍnā jahannama yauma`iżil lil-kāfirīna 'arḍā
Dan Kami perlihatkan neraka Jahanam dengan jelas pada hari itu kepada orang kafir,