وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُنَا بَيِّنٰتٍ تَعْرِفُ فِيْ وُجُوْهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الْمُنْكَرَۗ يَكَادُوْنَ يَسْطُوْنَ بِالَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ عَلَيْهِمْ اٰيٰتِنَاۗ قُلْ اَفَاُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِّنْ ذٰلِكُمْۗ اَلنَّارُۗ وَعَدَهَا اللّٰهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
wa iżā tutlā 'alaihim āyātunā bayyinātin ta'rifu fī wujụhillażīna kafarul-mungkar, yakādụna yasṭụna billażīna yatlụna 'alaihim āyātinā, qul a fa unabbi`ukum bisyarrim min żālikum, an-nār, wa'adahallāhullażīna kafarụ, wa bi`sal-maṣīr
Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya engkau akan melihat tanda-tanda keingkaran pada wajah orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Katakanlah Muhammad, “Apakah akan aku kabarkan kepada-mu mengenai sesuatu yang lebih buruk dari itu, yaitu neraka?” Allah telah mengancamkannya neraka kepada orang-orang kafir. Dan neraka itu seburuk-buruk tempat kembali.