ثُمَّ يُعِيْدُكُمْ فِيْهَا وَيُخْرِجُكُمْ اِخْرَاجًا
ṡumma yu'īdukum fīhā wa yukhrijukum ikhrājā
Kemudian Dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya tanah dan mengeluarkan kamu pada hari Kiamat dengan pasti.
Lemma · muncul di 298 ayat · idf 3,09
298 ayat memuat lemma ini, diurutkan sesuai urutan mushaf. Semua ayat ditampilkan lengkap dengan teks Arab, transliterasi, dan terjemahan Indonesia.
ثُمَّ يُعِيْدُكُمْ فِيْهَا وَيُخْرِجُكُمْ اِخْرَاجًا
ṡumma yu'īdukum fīhā wa yukhrijukum ikhrājā
Kemudian Dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya tanah dan mengeluarkan kamu pada hari Kiamat dengan pasti.
ثُمَّ يَطْمَعُ اَنْ اَزِيْدَۙ
ṡumma yaṭma'u an azīd
Kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya.
ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
ṡumma qutila kaifa qaddar
Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?
ثُمَّ نَظَرَۙ
ṡumma naẓar
Kemudian dia merenung memikirkan,
ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَۙ
ṡumma 'abasa wa basar
lalu berwajah masam dan cemberut,
ثُمَّ اَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَۙ
ṡumma adbara wastakbar
Kemudian berpaling dari kebenaran dan menyombongkan diri,
ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهٗ ۗ
ṡumma inna 'alainā bayānah
Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya.
ثُمَّ ذَهَبَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ يَتَمَطّٰىۗ
ṡumma żahaba ilā ahlihī yatamaṭṭā
kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong.
ثُمَّ اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۗ
ṡumma aulā laka fa aulā
Sekali lagi, celakalah kamu manusia! Maka celakalah!
ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوّٰىۙ
ṡumma kāna 'alaqatan fa khalaqa fa sawwā
Kemudian mani itu menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya,
ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الْاٰخِرِيْنَ
ṡumma nutbi'uhumul-ākhirīn
Lalu Kami susulkan azab Kami terhadap orang-orang yang datang kemudian.
ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ
ṡumma kallā saya'lamụn
sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui.
ثُمَّ اَدْبَرَ يَسْعٰىۖ
ṡumma adbara yas'ā
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang Musa.
ثُمَّ السَّبِيْلَ يَسَّرَهٗۙ
ṡummas-sabīla yassarah
Kemudian jalannya Dia mudahkan,
ثُمَّ اَمَاتَهٗ فَاَقْبَرَهٗۙ
ṡumma amātahụ fa aqbarah
kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya,
ثُمَّ اِذَا شَاۤءَ اَنْشَرَهٗۗ
ṡumma iżā syā`a ansyarah
kemudian jika Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.
ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّاۙ
ṡumma syaqaqnal-arḍa syaqqā
kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,
ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۗ
ṡumma mā adrāka mā yaumud-dīn
Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?
ثُمَّ اِنَّهُمْ لَصَالُوا الْجَحِيْمِۗ
ṡumma innahum laṣālul-jaḥīm
Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.
ثُمَّ يُقَالُ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَۗ
ṡumma yuqālu hāżallażī kuntum bihī tukażżibụn
Kemudian, dikatakan kepada mereka, “Inilah azab yang dahulu kamu dustakan.”
اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيْقِۗ
innallażīna fatanul-mu`minīna wal-mu`mināti ṡumma lam yatụbụ fa lahum 'ażābu jahannama wa lahum 'ażābul-ḥarīq
Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan bencana, membunuh, menyiksa kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab neraka yang membakar.
ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ
ṡumma lā yamụtu fīhā wa lā yaḥyā
Selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak pula hidup.
ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ
ṡumma inna 'alainā ḥisābahum
Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah membuat perhitungan atas mereka.
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ
ṡumma kāna minallażīna āmanụ wa tawāṣau biṣ-ṣabri wa tawāṣau bil-mar-ḥamah
Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.
ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَافِلِيْنَۙ
ṡumma radadnāhu asfala sāfilīn
kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ
ṡumma kallā saufa ta'lamụn
kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ
ṡumma latarawunnahā 'ainal-yaqīn
kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,
ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ
ṡumma latus`alunna yauma`iżin 'anin-na'īm
Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan yang megah di dunia itu.