قُلْ اِنِّيْ لَآ اَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَّلَا رَشَدًا
qul innī lā amliku lakum ḍarraw wa lā rasyadā
Katakanlah Muhammad, “Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan kebaikan kepadamu.”
Lemma · muncul di 1284 ayat · idf 1,77
1.284 ayat memuat lemma ini, diurutkan sesuai urutan mushaf. Semua ayat ditampilkan lengkap dengan teks Arab, transliterasi, dan terjemahan Indonesia.
قُلْ اِنِّيْ لَآ اَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَّلَا رَشَدًا
qul innī lā amliku lakum ḍarraw wa lā rasyadā
Katakanlah Muhammad, “Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan kebaikan kepadamu.”
عٰلِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلٰى غَيْبِهٖٓ اَحَدًاۙ
'ālimul-gaibi fa lā yuẓ-hiru 'alā gaibihī aḥadā
Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu.
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيْلًا
rabbul-masyriqi wal-magribi lā ilāha illā huwa fattakhiż-hu wakīlā
Dialah Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.
وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُۖ
wa lā tamnun tastakṡir
Dan janganlah engkau Muhammad memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak.
لَا تُبْقِيْ وَلَا تَذَرُۚ
lā tubqī wa lā tażar
Ia Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan,
وَمَا جَعَلْنَآ اَصْحٰبَ النَّارِ اِلَّا مَلٰۤىِٕكَةً ۖوَّمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ اِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْاۙ لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِيْمَانًا وَّلَا يَرْتَابَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْمُؤْمِنُوْنَۙ وَلِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْكٰفِرُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۗ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِ
wa mā ja'alnā aṣ-ḥāban-nāri illā malā`ikataw wa mā ja'alnā 'iddatahum illā fitnatal lillażīna kafarụ liyastaiqinallażīna ụtul-kitāba wa yazdādallażīna āmanū īmānaw wa lā yartāballażīna ụtul-kitāba wal-mu`minụna wa liyaqụlallażīna fī qulụbihim maraḍuw wal-kāfirụna māżā arādallāhu bihāżā maṡalā, każālika yuḍillullāhu may yasyā`u wa yahdī may yasyā`, wa mā ya'lamu junụda rabbika illā huw, wa mā hiya illā żikrā lil-basyar
Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata, “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.
كَلَّاۗ بَلْ لَّا يَخَافُوْنَ الْاٰخِرَةَۗ
kallā, bal lā yakhāfụnal-ākhirah
Tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada akhirat.
لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ
lā uqsimu biyaumil-qiyāmah
Aku bersumpah dengan hari Kiamat,
وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
wa lā uqsimu bin-nafsil-lawwāmah
Dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri.
كَلَّا لَا وَزَرَۗ
kallā lā wazar
Tidak! Tidak ada tempat berlindung!
لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖۗ
lā tuḥarrik bihī lisānaka lita'jala bih
Jangan engkau Muhammad gerakkan lidahmu untuk membaca Al-Qur'an karena hendak cepat-cepat menguasainya.
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلّٰىۙ
fa lā ṣaddaqa wa lā ṣallā
Karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur'an dan Rasul dan tidak mau melaksanakan salat,
اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا
innamā nuṭ'imukum liwaj-hillāhi lā nurīdu mingkum jazā`aw wa lā syukụrā
Sambil berkata, “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.
مُّتَّكِـِٕيْنَ فِيْهَا عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِۚ لَا يَرَوْنَ فِيْهَا شَمْسًا وَّلَا زَمْهَرِيْرًاۚ
muttaki`īna fīhā 'alal-arā`ik, lā yarauna fīhā syamsaw wa lā zamharīrā
Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat merasakan teriknya matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan.
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ اٰثِمًا اَوْ كَفُوْرًاۚ
faṣbir liḥukmi rabbika wa lā tuṭi' min-hum āṡiman au kafụrā
Maka bersabarlah untuk melaksanakan ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.
لَا ظَلِيْلٍ وَّلَا يُغْنِيْ مِنَ اللَّهَبِۗ
lā ẓalīliw wa lā yugnī minal-lahab
yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.”
هٰذَا يَوْمُ لَا يَنْطِقُوْنَۙ
hāżā yaumu lā yanṭiqụn
Inilah hari, saat mereka tidak dapat berbicara,
وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُوْنَ
wa lā yu`żanu lahum fa ya'tażirụn
dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan.
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ ارْكَعُوْا لَا يَرْكَعُوْنَ
wa iżā qīla lahumurka'ụ lā yarka'ụn
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak mau rukuk.
لَا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا بَرْدًا وَّلَا شَرَابًاۙ
lā yażụqụna fīhā bardaw wa lā syarābā
Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak pula mendapat minuman,
اِنَّهُمْ كَانُوْا لَا يَرْجُوْنَ حِسَابًاۙ
innahum kānụ lā yarjụna ḥisābā
Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan.
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا كِذَّابًا
lā yasma'ụna fīhā lagwaw wa lā kiżżābā
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun perkataan dusta.
رَّبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمٰنِ لَا يَمْلِكُوْنَ مِنْهُ خِطَابًاۚ
rabbis-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumar-raḥmāni lā yamlikụna min-hu khiṭābā
Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia.
يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ صَفًّاۙ لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا
yauma yaqụmur-rụḥu wal-malā`ikatu ṣaffal lā yatakallamụna illā man ażina lahur-raḥmānu wa qāla ṣawābā
Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar.
وَمَا عَلَيْكَ اَلَّا يَزَّكّٰىۗ
wa mā 'alaika allā yazzakkā
Padahal tidak ada cela atasmu kalau dia tidak menyucikan diri beriman.
فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِۙ
fa lā uqsimu bil-khunnas
Aku bersumpah demi bintang-bintang,
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔا ۗوَالْاَمْرُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِ
yauma lā tamliku nafsul linafsin syai`ā, wal-amru yauma`iżil lillāh
Yaitu pada hari ketika seseorang sama sekali tidak berdaya menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.
اَلَا يَظُنُّ اُولٰۤىِٕكَ اَنَّهُمْ مَّبْعُوْثُوْنَۙ
alā yaẓunnu ulā`ika annahum mab'ụṡụn
Tidakkah mereka itu mengira, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,
فَلَآ اُقْسِمُ بِالشَّفَقِۙ
fa lā uqsimu bisy-syafaq
Maka Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja,
فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَۙ
fa mā lahum lā yu`minụn
Maka mengapa mereka tidak mau beriman?