وَّنَرٰىهُ قَرِيْبًاۗ
wa narāhu qarībā
Sedangkan Kami memandangnya dekat pasti terjadi.
Akar Kata · muncul di 297 ayat · idf 3,09
297 ayat memuat akar kata ini, diurutkan sesuai urutan mushaf. Semua ayat ditampilkan lengkap dengan teks Arab, transliterasi, dan terjemahan Indonesia.
وَّنَرٰىهُ قَرِيْبًاۗ
wa narāhu qarībā
Sedangkan Kami memandangnya dekat pasti terjadi.
اَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللّٰهُ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۙ
a lam tarau kaifa khalaqallāhu sab'a samāwātin ṭibāqā
Tidakkah kamu memperhatikan bagai-mana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis?
حَتّٰىٓ اِذَا رَاَوْا مَا يُوْعَدُوْنَ فَسَيَعْلَمُوْنَ مَنْ اَضْعَفُ نَاصِرًا وَّاَقَلُّ عَدَدًاۗ
ḥattā iżā ra`au mā yụ'adụna fa saya'lamụna man aḍ'afu nāṣiraw wa aqallu 'adadā
Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepadanya, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya.
مُّتَّكِـِٕيْنَ فِيْهَا عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِۚ لَا يَرَوْنَ فِيْهَا شَمْسًا وَّلَا زَمْهَرِيْرًاۚ
muttaki`īna fīhā 'alal-arā`ik, lā yarauna fīhā syamsaw wa lā zamharīrā
Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat merasakan teriknya matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan.
۞ وَيَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۚ اِذَا رَاَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَّنْثُوْرًا
wa yaṭụfu 'alaihim wildānum mukhalladụn, iżā ra`aitahum ḥasibtahum lu`lu`am manṡụrā
Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan.
وَاِذَا رَاَيْتَ ثَمَّ رَاَيْتَ نَعِيْمًا وَّمُلْكًا كَبِيْرًا
wa iżā ra`aita ṡamma ra`aita na'īmaw wa mulkang kabīrā
Dan apabila engkau melihat keadaan di sana surga, niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.
فَاَرٰىهُ الْاٰيَةَ الْكُبْرٰىۖ
fa arāhul-āyatal-kubrā
Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَّرٰى
wa burrizatil-jaḥīmu limay yarā
dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.
كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا
ka`annahum yauma yaraunahā lam yalbaṡū illā 'asyiyyatan au ḍuḥāhā
Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu karena suasananya hebat, mereka merasa seakan-akan hanya sebentar saja tinggal di dunia pada waktu sore atau pagi hari.
وَلَقَدْ رَاٰهُ بِالْاُفُقِ الْمُبِيْنِۚ
wa laqad ra`āhu bil-ufuqil-mubīn
Dan sungguh, dia Muhammad telah melihatnya Jibril di ufuk yang terang.
وَاِذَا رَاَوْهُمْ قَالُوْٓا اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَضَاۤلُّوْنَۙ
wa iżā ra`auhum qālū inna hā`ulā`i laḍāllụn
Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,”
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ
a lam tara kaifa fa'ala rabbuka bi'ād
Tidakkah engkau Muhammad memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Ad?
اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ
a yaḥsabu al lam yarahū aḥad
Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya?
اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ
ar ra`āhustagnā
apabila melihat dirinya serba cukup.
اَرَاَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰىۙ
a ra`aitallażī yan-hā
Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?
اَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰىٓۙ
a ra`aita ing kāna 'alal-hudā
Bagaimana pendapatmu jika dia yang dilarang salat itu berada di atas kebenaran petunjuk,
اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ
a ra`aita ing każżaba wa tawallā
Bagaimana pendapatmu jika dia yang melarang itu mendustakan dan berpaling?
اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ
a lam ya'lam bi`annallāha yarā
Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?
يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا ەۙ لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗ
yauma`iżiy yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a'mālahum
Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka balasan semua perbuatannya.
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
fa may ya'mal miṡqāla żarratin khairay yarah
Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya,
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
wa may ya'mal miṡqāla żarratin syarray yarah
Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ
latarawunnal-jaḥīm
niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim,
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ
ṡumma latarawunnahā 'ainal-yaqīn
kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ
a lam tara kaifa fa'ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīl
Tidakkah engkau Muhammad perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ
a ra`aitallażī yukażżibu bid-dīn
Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?
الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ
allażīna hum yurā`ụn
yang berbuat ria,
وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ
wa ra`aitan-nāsa yadkhulụna fī dīnillāhi afwājā
dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,